Home News Bongkar Korupsi Tambang Batu Bara Ilegal di Kalteng, Kejagung Jebloskan Bos PT AKT ke Balik Jeruji Besi
News

Bongkar Korupsi Tambang Batu Bara Ilegal di Kalteng, Kejagung Jebloskan Bos PT AKT ke Balik Jeruji Besi

Bagikan
penambangan batu bara ilegal
Bagikan

finnews.id – Praktik penambangan batu bara ilegal yang dijalankan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) akhirnya terungkap setelah hampir sembilan tahun beroperasi tanpa izin resmi.

Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan serangkaian penyidikan intensif.

Dipimpin Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaiman Nahdi, penyidik memeriksa sejumlah saksi serta dokumen penting. Hasilnya, ST yang diketahui sebagai Beneficial Owner PT AKT resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa penetapan ST sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang memadai.

“Penetapan tersangka dilakukan setelah Tim Penyidik memperoleh bukti yang cukup melalui pemeriksaan saksi dan penggeledahan di sejumlah wilayah, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah,” ujar Anang, Jumat malam, 27 Maret 2026, di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional dan akuntabel.

“Tentunya dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan asas praduga tidak bersalah,” kata Anang.

Syarief Sulaiman Nahdi menjelaskan, kasus ini bermula dari status hukum operasional PT AKT yang sejatinya telah berakhir sejak 2017.

Perusahaan tersebut sebelumnya menjalankan kegiatan pertambangan berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Nomor: 198/A.1/1999 tanggal 31 Mei 1999 dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Namun, izin tersebut telah dicabut melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 3714 K/30/MEM/2017 tentang Pengakhiran PKP2B antara Pemerintah Republik Indonesia dengan PT Asmin Koalindo Tuhup tertanggal 19 Oktober 2017.

Dengan berakhirnya perjanjian tersebut, PT AKT tidak lagi memiliki dasar hukum untuk melakukan aktivitas pertambangan di wilayah konsesinya.

Meski izin telah dihentikan, PT AKT diduga tetap menjalankan aktivitas penambangan dan penjualan batu bara hingga tahun 2025.

Bagikan
Artikel Terkait
Publik menanti akankah MK menegaskan Jakarta tetap memegang mahkota ibu kota untuk sementara ataukah IKN mengambil alih?
News

Simpang Siur Ibu Kota RI! Mahkamah Konstitusi Dicecar Pertanyaan: Masih Jakarta atau Sudah IKN?

Finnews.id – NEWS   Sebuah pertanyaan mendasar namun krusial kini tengah bergulir di...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

Eileen Wang, Wali Kota Arcadia di California, Amerika Serikat (AS), mengaku bersalah telah bertindak sebagai agen asing ilegal China.
InternasionalNews

Skandal Pengkhianatan Terbesar! Wali Kota Eileen Wang Terbongkar jadi Mata-mata China, AS Geger!

Finnews.id – Internasional  Publik Amerika Serikat kini tengah terhenyak oleh sebuah pengungkapan...

Tabir gelap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berskala internasional akhirnya tersingkap di jantung Jakarta Selatan.
NewsOtomotif

Gila! Gudang Rahasia Berisi 1.494 Motor Curian Digerebek, Ternyata Jadi Markas Ekspor Gelap Antar Benua!

Finnews.id – NEWS, Jakarta   Tabir gelap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berskala...