Home Megapolitan Bandel! Penyapu Koin Tetap Beraksi di Pantura Meski Dilarang KDM Saat Arus Balik Lebaran
Megapolitan

Bandel! Penyapu Koin Tetap Beraksi di Pantura Meski Dilarang KDM Saat Arus Balik Lebaran

Bagikan
Aktivitas penyapu koin di jalur Pantura wilayah Indramayu hingga Subang, Jawa Barat, masih berlangsung meski telah dilarang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Bagikan

finnews.id – Aktivitas penyapu koin di jalur Pantura wilayah Indramayu hingga Subang, Jawa Barat, masih berlangsung meski telah dilarang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Fenomena ini terlihat di tengah meningkatnya arus balik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin, 23 Maret 2026, para pencari recehan tetap berjajar di sepanjang tepi jalan, khususnya di Kecamatan Sukra, Indramayu hingga memasuki wilayah Subang. Mereka membawa sapu sederhana dari ranting pohon untuk mengumpulkan uang logam yang dilempar pengendara.

Barisan penyapu koin bahkan terlihat memanjang hingga sekitar satu kilometer di jalur menuju Jakarta. Mayoritas berada di wilayah Subang, sementara di Indramayu jumlahnya relatif lebih sedikit.

Di titik Jembatan Sewo, para penyapu koin tampak berkerumun dan saling berebut uang recehan dari pengendara, hingga beberapa di antaranya nekat masuk ke badan jalan. Kondisi ini sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.

Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri terlihat berada di lokasi untuk memberikan imbauan agar aktivitas tersebut dihentikan. Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi oleh para penyapu koin.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi telah secara tegas melarang praktik tersebut selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Bahkan, ia turun langsung ke lapangan dan mengumpulkan para penyapu koin di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, untuk memberikan sosialisasi.

Sebagai solusi, pemerintah menawarkan kompensasi kepada warga yang biasa melakukan aktivitas tersebut.

“Saya minta aktivitas ini dihentikan sementara. Kami siapkan kompensasi agar tetap ada pemasukan tanpa harus mengambil risiko di jalan,” ujar KDM.

Namun demikian, tidak semua warga menerima tawaran tersebut. Sebagian dari mereka tetap memilih turun ke jalan karena menganggap hasil dari mengumpulkan recehan lebih menguntungkan, sekaligus sudah menjadi kebiasaan tahunan menjelang Lebaran.

Bagikan
Artikel Terkait
Megapolitan

Lebaran di Balik Jeruji! Ribuan Keluarga Serbu Lapas Cipinang, Tetap Tertib Meski Panas Terik

finnews.id – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan ribuan keluarga...

MRT Jakarta
MegapolitanUncategorized

MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasional saat Takbiran, Tarif Rp1 Berlaku di Hari Lebaran

finnews.id – PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan melakukan penyesuaian layanan...

Diskon Tarif Tol Nataru 2025
Megapolitan

One Way Nasional Mulai Berlaku Rabu Siang, Korlantas Siapkan Skema dari Cikampek hingga Kalikangkung

finnews.id – Rekayasa lalu lintas skala nasional untuk arus mudik mulai diberlakukan....

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Megapolitan

Arus Mudik dari Terminal Jakarta Masih Lancar, Puncak Diprediksi 18 Maret 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan aktivitas keberangkatan penumpang sejauh ini masih...