finnews.id – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 H atau Idulfitri 2026.
Penetapan dilakukan berdasarkan rukyatul hilal dan hisab, melibatkan ormas Islam serta ahli astronomi.
Apa Itu Sidang Isbat?
Sidang Isbat adalah mekanisme formal yang digunakan pemerintah Indonesia untuk menetapkan awal bulan pada kalender Hijriah. Kata “Isbat” sendiri berarti penetapan atau pengukuhan.
Dalam prosesnya, Kemenag menggunakan metode Hisab untuk menghitung posisi bulan secara matematis dan Rukyatul Hilal untuk memverifikasi posisi tersebut melalui observasi lapangan.
Masyarakat menunggu jadwal pengumuman hasil sidang untuk memastikan waktu Lebaran.
Siaran langsung mencakup seluruh rangkaian kegiatan sidang isbat, termasuk pembuka beupa seminar posisi hilal yang dijadwalkan akan mulai pukul 16.30 WIB. Berikut link resminya:
https://kemenag.co.id
Dengan adanya link live streaming ini, masyarakat tidak perlu menunggu siaran televisi untuk mengetahui hasil sidang isbat.
Cukup dengan perangkat digital, hasil penetapan Lebaran 2026 bisa langsung diketahui begitu diumumkan pemerintah.
Dalam menentukan hasil Sidang Isbat Idul Fitri 2026, pemerintah merujuk pada kriteria visibilitas hilal yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Syarat utama hilal dianggap sah adalah memiliki ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Jika posisi hilal di bawah angka tersebut, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).