finnews.id – Tentara Israel mengumumkan serangan langsung yang menimpa sebuah bangunan di pemukiman Nahariya di Galilea (utara) pada Senin (16/3/2026) malam disebabkan roket yang diluncurkan dari Lebanon.
Dikutip Redaksi dari Aljazeera, Selasa (17/3/2026), rekaman video memperlihatkan jatuhnya roket, ledakan, serta kebakaran dan kerusakan parah di bangunan yang menjadi sasaran.
Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan dalam sebuah pernyataan mengatakan para pejuangnya menargetkan permukiman Nahariya di utara Palestina yang diduduki dengan serangan roket dan sekelompok drone serang.
Pernyataan tersebut menambahkan, serangan itu dilakukan untuk membela Lebanon dan rakyatnya, serta sebagai bagian dari peringatan yang sebelumnya telah disampaikan oleh perlawanan kepada penduduk pemukiman tersebut.
Mereka menyebutkan, operasi tersebut dilaksanakan pada pukul enam sore Senin kemarin.
Saluran TV Israel Channel 15 mengutip pernyataan militer yang menyebutkan pemeriksaan lapangan menunjukkan, roket yang menghantam bangunan di Nahariya diluncurkan dari wilayah Lebanon, bukan roket pencegat seperti yang diduga setelah serangan tersebut.
Dalam konteks yang sama, polisi Israel melaporkan bahwa sebuah gedung di Nahariya terkena serangan roket yang diluncurkan dari Lebanon.
Sementara Channel 13 Israel mengutip tim ambulans yang menyebutkan bahwa enam orang terluka telah dievakuasi dari dalam gedung yang terkena serangan langsung tersebut.
Seorang sumber petinggi Partai Hizbullah Lebanon mengatakan kepada Aljazeera pada Sabtu (15/3/2026) ini bahwa partai tersebut siap menghadapi pertempuran Karbala.
Dia mengancam Israel akan membayar harga yang sangat mahal jika negara itu menyerang Lebanon melalui darat.
Pemimpin tersebut menambahkan perlawanan siap menghadapi setiap upaya serangan darat yang dilakukan musuh dan melanjutkan.
“Kami menyadari bahwa musuh telah memutuskan untuk berperang melawan kami dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya,” kata dia.