Home Lifestyle Takjil Berbahaya yang Ditemukan di DKI-Tangerang
Lifestyle

Takjil Berbahaya yang Ditemukan di DKI-Tangerang

Awas takjil berbahaya

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Dalam periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menyidak lebih dari 100 titik penjualan takjil di seluruh Indonesia.

Ada sekitar 5 ribu sampel yang diperiksa, dari total tersebut didapatkan 2 persen di antaranya atau 100-an sampel takjil terindikasi formalin hingga boraks.

DKI Jakarta hingga Tangerang termasuk wilayah yang mencatat penjualan takjil berbahaya relatif tinggi. Data BPOM RI mencatat DKI Jakarta banyak melaporkan takjil berbahaya di pangan berikut:

  • Mi kuning
  • Tahu bakso
  • Teri nasi
  • Cincau hitam
  • Tahu kotak
  • Sambal goreng cumi

Seluruhnya mengandung formalin.

Selain pangan takjil yang mengandung formalin, beberapa di antaranya juga positif mengandung rhodamin B.

 

Biasanya ditemukan di aneka kerupuk, bolu, jeli merah, es cendol, es guava, kue mangkok, sirup merah.

Lain halnya dengan Tangerang, takjil berbahaya di wilayah tersebut juga banyak yang mengandung yellow mentanyl. Utamanya pada tahu oranye besar.

Memang apa sih bahayanya?

 

Dikutip dari laman BPOM, berikut efek yang terjadi pada tubuh saat mengonsumsi takjil dengan kandungan berbahaya:

Boraks:

Boraks beracun terhadap semua sel. Bila tertelan senyawa ini dapat menyebabkan efek negatif pada susunan saraf pusat, ginjal dan hati. Ginjal merupakan organ yang paling mengalami kerusakan dibandingkan dengan organ lain. Dosis fatal untuk dewasa berkisar antara 15 hingga 20 gram dan untuk anak-anak 3 hingga 6 gram.

Bila tertelan, dapat menimbulkan gejala-gejala yang tertunda meliputi badan terasa tidak nyaman (malaise), mual, nyeri hebat pada perut bagian atas (epigastrik), perdarahan gastroenteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam, dan rasa sakit kepala.

Formalin:

Formalin (larutan formaldehid), paparan formaldehid melalui saluran pencernaan dapat mengakibatkan luka korosif terhadap selaput lendir saluran pencernaan disertai mual, muntah, rasa perih yang hebat dan perforasi lambung.

Efek sistemik dapat berupa depresi susunan saraf pusat, koma, kejang, albuminaria, terdapatnya sel darah merah di urine (hematuria) dan asidosis metabolik. Dosis fatal formalin melalui saluran pencernaan pernah dilaporkan sebesar 30 ml.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

10 Ide Jualan Makanan Paling Laris 2026: Modal Kecil, Untung Besar, dan Cepat Balik Modal

finnews.id – Memulai bisnis kuliner menjadi pilihan strategis bagi banyak orang yang...

Lifestyle

Solusi Nyeri dan Memar, PT Tunggal Idaman Abdi Rilis Thrombovoren Emulgel

finnews.id – Tren gaya hidup aktif kini tengah menjamur di Indonesia. Semakin...

Tanaman Hias Lidah Mertua (rri)
Lifestyle

Jenis Tanaman Hias Multi Fungsi Terbaik untuk Kesehatan dan Dekorasi Rumah

finnews.id – Di tengah gaya hidup modern yang membuat kita lebih sering berada...

The Palace Jeweler gelar Semarak Pengundian Nasional 2026! Borong perhiasan emas & berlian, menangkan motor Yamaha dan hadiah mewah lainnya di 83 gerai.
Lifestyle

Banjir Hadiah! Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 Dimulai, Saatnya Borong Berlian dan Bawa Pulang Motor

finnews.id – Pernahkah Anda membayangkan belanja perhiasan mewah tapi malah pulang membawa...