finnews.id – Presiden AS Donald Trump menuntut “penyerahan tanpa syarat” Iran sebagai satu-satunya hasil yang dapat diterima untuk mengakhiri permusuhan.
Ia juga berjanji untuk membantu membangun kembali ekonomi negara itu, jika Teheran mematuhi dan mengangkat kepemimpinan baru.
“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, Jumat, 6 Maret 2026.
Unggahan tersebut muncul ketika Israel membombardir target rezim di Teheran dan posisi Hizbullah di Beirut, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan serangan AS terhadap Iran “akan meningkat secara dramatis”.
Trump mengatakan, bahwa setelah penyerahan diri oleh republik Islam tersebut, AS dan sekutunya akan berupaya untuk membawa Iran “kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi daripada sebelumnya”.
Hal ini akan bergantung pada pengangkatan apa yang disebutnya “Pemimpin HEBAT & DAPAT DITERIMA”.
Ia menutup pidatonya dengan slogan baru – “MAKE IRAN GREAT AGAIN (MIGA!)” – sebuah variasi dari merek politiknya “Make America Great Again”.
Iran Umumkan Serangan Skala Besar
Sementara itu, militer Iran mengumumkan drone kamikaze milik Angkatan Darat mereka telah melakukan serangan skala besar yang menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait.
Serangan tersebut dirinci dalam pernyataan No. 14 dari tentara Republik Islam Iran.
Menurut pernyataan tersebut, berbagai jenis drone kamikaze yang dioperasikan oleh Angkatan Darat menargetkan pangkalan pasukan AS di Kuwait dalam operasi skala besar selama beberapa jam terakhir.
Militer Iran mengindikasikan bahwa serangan ini akan berlanjut dalam beberapa jam mendatang.
Fasilitas militer AS di Kuwait, termasuk Pangkalan Udara Ali Al-Salem dan lainnya, telah menghadapi serangan drone dan rudal Iran berulang kali dalam beberapa hari terakhir.
Insiden sebelumnya termasuk serangan drone yang menewaskan enam anggota pasukan musuh AS di pusat operasi taktis di area Pelabuhan Shuaiba Kuwait.