finnews.id – Lebih dari 50.000 tentara, 200 jet tempur, dan dua kapal induk ikut serta dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Hal itu diungkapkan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Jenderal Brad Cooper, Selasa, 3 Maret 2026.
Dalam pesan video, Cooper mengatakan operasi tempur yang sudah memasuki hari keempat, menjadi pengerahan militer AS terbesar di Timur Tengah dalam satu generasi.
Ia mengatakan, pasukan AS dan Israel telah menyerang hampir 2.000 target di seluruh Iran menggunakan lebih dari 2.000 amunisi sejak kampanye dimulai.
Menurut Cooper, Iran telah merespons dengan serangan balasan skala besar, meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan lebih dari 2.000 drone.
“Kami juga menenggelamkan Angkatan Laut Iran, seluruh angkatan laut. Sejauh ini, kami telah menghancurkan 17 kapal Iran,” katanya.
Meskipun ada pembalasan, Cooper mengatakan kemampuan Iran untuk menyerang pasukan AS dan sekutunya menurun seiring berlanjutnya kampanye tersebut.
Ketegangan telah meningkat di seluruh kawasan sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada hari Sabtu, menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan para pejabat militer tinggi.
Iran telah merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk, yang merupakan tempat aset militer AS berada.
“Enam anggota militer AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan Iran terhadap pusat operasi taktis di Kuwait selama operasi tersebut,” sebut pernyataan CENTCOM.