finnews.id – Keputusan steward pada sesi sprint Grand Prix Thailand memicu reaksi keras dari kubu Ducati Lenovo Team. Penalti yang dijatuhkan kepada Marc Marquez membuatnya kehilangan kemenangan yang sudah berada di depan mata.
Sprint sepanjang 13 lap di Buriram berlangsung dramatis sejak awal. Balapan memanas setelah Marco Bezzecchi yang memulai dari pole position terjatuh di lap kedua. Situasi itu membuka peluang bagi Marquez dan Pedro Acosta untuk bertarung memperebutkan posisi terdepan.
Manuver Penentuan yang Berujung Hukuman
Momen krusial terjadi di lap kedua terakhir. Marquez melakukan manuver agresif di tikungan akhir dan berhasil mengambil alih posisi pertama dari Acosta. Namun steward menilai aksi tersebut memaksa pembalap KTM itu keluar lintasan, meskipun tidak terjadi kontak fisik.
Race direction kemudian menjatuhkan hukuman drop-one-position kepada Marquez. Secara fisik ia melintasi garis finis di posisi pertama, tetapi hasil resmi menempatkannya di urutan kedua dan kemenangan diberikan kepada Acosta.
Keputusan itu langsung memicu perdebatan.
Tardozzi Anggap Keputusan Tidak Adil
Bos Ducati, Davide Tardozzi, secara terbuka mempertanyakan keputusan tersebut. Dalam wawancara siaran langsung internasional, ia menyatakan bahwa manuver seperti itu sering terjadi dalam duel MotoGP dan tidak seharusnya berujung penalti jika tidak ada sentuhan maupun pelanggaran batas lintasan.
Ia menegaskan bahwa menurut pandangannya, keputusan tersebut terasa tidak adil.
Sikap Ducati cukup tegas. Mereka melihat duel itu sebagai bagian dari balapan keras, bukan tindakan yang layak dihukum.
Marquez Pilih Tenang
Berbeda dengan timnya, Marquez tidak memperpanjang kontroversi. Ia menerima keputusan steward dan menyatakan bahwa ia hanya mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
Marquez juga menambahkan bahwa musim masih panjang. Mengamankan poin di seri pembuka tetap penting, apalagi setelah masa pemulihan cedera yang panjang sebelumnya. Meski kehilangan kemenangan sprint, ia tetap membawa pulang sembilan poin dari balapan tersebut.
Perlu ditegaskan bahwa insiden ini terjadi di sesi sprint hari Sabtu, bukan pada free practice atau kualifikasi. Dalam format modern MotoGP, sprint adalah balapan resmi dengan setengah jarak race utama dan memberikan poin bagi sembilan pembalap teratas.
Karena itu, hasil sprint memiliki dampak langsung pada klasemen kejuaraan dunia. Setiap keputusan steward bisa berpengaruh pada perebutan gelar di akhir musim.