finnews.id – Sirene peringatan dibunyikan keras-keras di seluruh penjuru Israel.
Otoritas memperingatkan rudal serangan balasan dari Iran sedang meluncur ke Israel. Permohonan evakuasi dari Israel melonjak.
Dikutip dari The Jerusalem Post dan The Times of Israel, sirene mulai terdengar pada Sabtu (28/2/2026) beberapa menit selepas pukul 10.00 waktu setempat.
Sementara rudal pertama Amerika Serikat-Israel meledakkan sasaran di Iran mulai pukul 08.10 waktu Tel Aviv.
Sebagai informasi tambahan, jarak paling terjangkau perbatasan Iran-Israel adalah 990 kilometer. Di antara kedua negara itu ada Irak, Suriah, dan Jordania. Di garis lain yang memisah lebih jauh Israel-Iran ada Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi.
Di seluruh negara Arab itu ada pangkalan AS. Bahkan, Jordania menjadi tempat menangkis rudal-rudal pembalasan Iran setelah diserang AS-Israel pada Juni 2025.
Dalam serangan kali ini, ledakan di Israel pertama kali terdengar di Israel utara. Dilaporkan Aljazeera, ledakan itu karena roket pencegat menyasar perangkat serangan Iran ke Israel. Tidak disebutkan apa perangkat yang dipakai Iran.
Militer Israel, Tzahal, lalu mengumumkan gelombang rudal Iran sedang menuju Israel. Warga diminta segera berlindung. Tzahal menyatakan sedang berusaha menghalau pembalasan Iran.
Garda Revolusi Iran (IRGC) membenarkan telah meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke Israel. ”Menanggapi agresi oleh musuh jahat dan kriminal terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama rudal dan pesawat nirawak serang dari Republik Islam Iran menuju wilayah terjajah telah dimulai.
Iran menggunakan istilah ”wilayah terjajah” untuk menyebut Israel. Iran tak mengakui Israel. Iran memiliki berbagai jenis rudal yang bisa menjangkau Israel dalam hitungan menit.
Pemantau lalu lintas internet, Netblocks, menyebut internet di Iran kembali nyaris putus. Terakhir kali Iran mengalami itu pada Januari 2026. Kala itu, Iran diguncang unjuk rasa besar-besaran.
Pada Juni 2025, internet di Iran juga putus. Netblocks menyebutkan, kondisi layanan internet Iran kini lebih mirip kondisi kala Iran diserang AS-Israel Juni lalu.