finnews.id – Perang Dunia Ketiga: Ketakutan, Konteks, dan Upaya Pencegahan
Perang Dunia Ketiga (PDKIII) adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan konflik militer global skala besar yang belum pernah terjadi, namun menjadi topik perdebatan dan ketakutan sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua (PDKII) pada tahun 1945. Sejak itu, dunia telah menghadapi beberapa periode ketegangan yang mendekati kemungkinan konflik global, namun upaya diplomasi, pengendalian senjata, dan kerja sama internasional telah mencegah terjadinya perang skala semacam itu. Artikel ini akan membahas konteks sejarah ketakutan PDKIII, titik sentuhan saat ini, dan upaya untuk mencegahnya.
Konteks Sejarah: Perang Dingin sebagai Periode Ketakutan Terbesar
Setelah PDKII, dunia terbentuk dua blok kekuasaan utama: Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet. Perselisihan ideologi (kapitalisme vs komunisme) dan persaingan kekuasaan global menyebabkan periode ketegangan yang dikenal sebagai Perang Dingin (1947-1991).
Selama ini, kedua blok bersaing dalam perlombaan senjata, termasuk senjata nuklir.
Titik puncak ketegangan terjadi pada tahun 1962 dengan Krisis Rudal Kuba, di mana Uni Soviet menempatkan rudal nuklir di Kuba, dekat pantai AS. Peristiwa ini hampir memicu peperangan nuklir, sebelum kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk menarik rudal. Meskipun tidak ada peperangan terbuka antara AS dan Uni Soviet, kedua blok terlibat dalam “perang perantara” di negara-negara lain (seperti Vietnam, Afghanistan) yang menambah ketegangan global.
Titik Sentuhan dan Keprihatinan Saat Ini
Meskipun Perang Dingin telah berakhir, kekhawatiran tentang kemungkinan PDKIII masih ada karena beberapa faktor:
1. Perselisihan Geopolitik Antara Kekuasaan Utama
Persaingan antara AS, Tiongkok, dan Rusia di bidang ekonomi, militer, dan politik global telah meningkat. Contohnya, konflik di Ukraina (mulai tahun 2022) telah memperkuat ketegangan antara Barat dan Rusia, dengan kekhawatiran tentang perluasan konflik.