Home Lifestyle Tumbuh Liar dan Terabaikan, Buah Talok Ternyata Berkhasiat Redam Gula Darah
Lifestyle

Tumbuh Liar dan Terabaikan, Buah Talok Ternyata Berkhasiat Redam Gula Darah

Bagikan
Khasiat buah talok liar
Buah talok atau kersen liar yang sering terabaikan ternyata berkhasiat ampuh meredam gula darah.Foto:IG@brinindonesia
Bagikan

Finnews.id – Pohon talok atau kersen yang tumbuh liar di sudut-sudut jalan sering kali dianggap sebagai peneduh biasa. Buahnya yang merah kecil pun kerap dibiarkan jatuh berserakan hingga membusuk karena jarang ada yang berminat mengonsumsinya. Namun, sebuah temuan terbaru mengungkapkan bahwa buah yang sering terabaikan ini menyimpan potensi medis luar biasa untuk mengatasi masalah kesehatan global.

Melalui penelitian mendalam terhadap buah yang mulai langka ini, diketahui bahwa jus kersen yang diproses melalui fermentasi bakteri baik Lactiplantibacillus plantarum dapat berubah menjadi minuman fungsional penyembuh. Proses ini tidak hanya meningkatkan nutrisinya, tetapi juga menjadi alternatif sehat bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa atau tidak menyukai susu.

Rahasia di Balik Fermentasi Buah Liar

Mengapa talok yang difermentasi menjadi begitu kuat? Penelitian menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan setelah melalui proses alami tersebut. Kandungan ini berfungsi aktif sebagai pelindung sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Lebih mengejutkan lagi, jus talok fermentasi terbukti secara ilmiah mampu menghambat kerja enzim yang memicu kenaikan gula darah dalam tubuh. Berikut adalah data efektivitasnya dalam memblokir enzim terkait diabetes:

Enzim alfa-glukosidase: Kemampuan menghambat meningkat hingga 1,9 kali lipat.

Enzim alfa-amilase: Kemampuan menghambat meningkat hingga 1,9 kali lipat.

Enzim amiloglukosidase: Kemampuan menghambat meningkat hingga 1,6 kali lipat.

Solusi Alami yang Terlupakan

Talok atau Muntingia calabura sebenarnya adalah solusi kecil dari alam yang selama ini pemanfaatannya masih sangat terbatas. Padahal, minat pasar terhadap pangan fungsional terus meningkat, terutama untuk menangani kasus Diabetes Melitus Tipe 2 yang mulai banyak menyerang anak-anak dan remaja akibat pola makan buruk serta kurangnya aktivitas fisik.

Kini, buah yang dulu hanya menjadi saksi bisu saat anak-anak menunggu angkutan umum ini berpeluang besar dikembangkan menjadi produk kesehatan bernilai tinggi. Kesadaran untuk melirik potensi tumbuhan liar di sekitar kita menjadi kunci utama dalam menemukan solusi kesehatan yang alami dan terjangkau.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Lifestyle

10 Ide Jualan Makanan Paling Laris 2026: Modal Kecil, Untung Besar, dan Cepat Balik Modal

finnews.id – Memulai bisnis kuliner menjadi pilihan strategis bagi banyak orang yang...

Lifestyle

Solusi Nyeri dan Memar, PT Tunggal Idaman Abdi Rilis Thrombovoren Emulgel

finnews.id – Tren gaya hidup aktif kini tengah menjamur di Indonesia. Semakin...

Tanaman Hias Lidah Mertua (rri)
Lifestyle

Jenis Tanaman Hias Multi Fungsi Terbaik untuk Kesehatan dan Dekorasi Rumah

finnews.id – Di tengah gaya hidup modern yang membuat kita lebih sering berada...

The Palace Jeweler gelar Semarak Pengundian Nasional 2026! Borong perhiasan emas & berlian, menangkan motor Yamaha dan hadiah mewah lainnya di 83 gerai.
Lifestyle

Banjir Hadiah! Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 Dimulai, Saatnya Borong Berlian dan Bawa Pulang Motor

finnews.id – Pernahkah Anda membayangkan belanja perhiasan mewah tapi malah pulang membawa...