finnews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan komitmennya mendukung transisi ke industri perbankan nasional yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip green banking atau praktik perbankan yang ramah lingkungan. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam forum Metro TV Green Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Nixon mengatakan, BTN menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih ESG Rating AA berdasarkan MSCI ESG Ratings pada 2025, yang menunjukkan bahwa BTN menjadi bank paling terdepan di antara seluruh perbankan nasional dalam komitmen dan realisasi penerapan prinsip-prinsip Lingkungan Hidup, Sosial, dan Tata Kelola (Environment, Social, and Governance/ESG).
“BTN menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih rating AA dari MSCI karena faktor utama yang sudah clear yaitu BTN tidak membiayai sektor-sektor yang membuat langit jadi kotor. Kami tidak punya portofolio sama sekali di batu bara dan sawit, artinya kami tidak masuk ke sektor ekstraksi bumi,” ujar Nixon saat diskusi panel.
Selain tidak menyalurkan kredit ke sektor ekstraktif, BTN mampu meraih rating ESG tertinggi karena 90% portofolionya berada di sektor perumahan dan konstruksi yang mayoritas disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan menjadi bank yang berperan besar dalam program perumahan untuk rakyat kecil yang hampir mencapai 6 juta keluarga, Nixon mengatakan bahwa BTN adalah pemain utama di unsur “Sosial” yang terdapat di ESG.
“Sedangkan yang 10% di luar perumahan pada umumnya masih berkorelasi dengan sektor yang sama. Contohnya, BTN membiayai korporasi yang membangun distribusi air untuk perumahan. Kami juga ikut di sindikasi kredit untuk PLN namun untuk distribusinya, bukan power plant-nya. BTN adalah satu-satunya bank di Indonesia yang disebut sebagai “bank fokus”,” tutur Nixon.
Faktor kedua yang juga memperkuat posisi BTN di penerapan ESG adalah melibatkan prinsip circular economy dalam proses bisnisnya melalui berbagai program, contohnya Rumah Rendah Emisi yang ditargetkan jumlahnya dapat mencapai 150.000 unit hingga 2029. Dalam program ini, BTN memberikan pembiayaan berbunga rendah kepada developer yang bersedia membangun rumah ramah lingkungan, yaitu menggunakan material dari plastik daur ulang. BTN bekerja sama dengan startup seperti Rebricks yang mengolah sampah-sampah tersebut menjadi bahan bangunan eco-friendly.