Home Ekonomi Harga Pangan Jelang Lebaran 2026: Cabai Rawit Merah Meroket Rp100 Ribu per Kg
Ekonomi

Harga Pangan Jelang Lebaran 2026: Cabai Rawit Merah Meroket Rp100 Ribu per Kg

Bagikan
Pedagang Cabai di Tangerang. (Rikhi Ferdian)
Bagikan

finnews.id – Kabar kurang sedap datang dari pasar tradisional. Menjelang perayaan Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik. Fenomena yang paling mencolok adalah harga cabai rawit merah yang kini menyentuh angka Rp100.000 per kilogram.

Simak rangkuman lengkap hasil pantauan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Pasar Ciputat berikut ini:

Mengapa Harga Cabai Naik Drastis?

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan dua alasan utama di balik lonjakan harga cabai yang mencapai hampir dua kali lipat dari harga acuan ($Rp57.000$):

  • Faktor Cuaca: Curah hujan yang tinggi di daerah produsen mengganggu stabilitas produksi petani.

  • Permintaan Tinggi: Pola konsumsi masyarakat yang meningkat drastis memasuki pekan-pekan terakhir Ramadan.

Daftar Harga Kebutuhan Pokok Terbaru (Maret 2026)

Meski harga cabai “pedas” di kantong, kabar baiknya adalah harga komoditas protein dan beras terpantau relatif stabil. Berikut rinciannya:

Kelompok Bumbu & Sayuran:

Kelompok Beras & Protein:

  • Beras Premium: Rp13.000/kg

  • Beras Medium: Rp14.500/kg

  • Daging Sapi (Has Dalam): Rp150.000/kg

  • Daging Sapi (Paha Belakang): Rp140.000/kg

  • Ayam Ras: Rp40.000/ekor

Langkah Antisipasi Pemerintah

Pemerintah memastikan bahwa kenaikan ini bersifat fluktuatif dan stok bahan pokok dipastikan aman. Wamendag menegaskan beberapa langkah strategis:

  1. Sidak Berkala: Memantau tren harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

  2. Koordinasi Logistik: Menjaga jalur distribusi pangan bersama Badan Pangan Nasional agar pasokan tetap lancar.

  3. Bantuan Sosial: Penyaluran paket sembako (Beras SPHP & Minyak Goreng) untuk meringankan beban warga di bulan Ramadan.

“Kami aktif turun ke lapangan untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat meskipun ada tekanan harga di komoditas tertentu,” ujar Wamendag Roro Esti.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...