Home News Kemenkes Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Drastis pada Desember 2025
News

Kemenkes Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Drastis pada Desember 2025

Bagikan
Program Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan penurunan signifikan kasus insiden dalam program MBG setelah mencapai puncak pada Oktober. BGN bekerja sama dengan IDSurvey untuk sertifikasi keamanan pangan 3.000 SPPG demi menjamin kualitas dan keamanan program.Foto:ANT
Bagikan

finnews.id – Kasus keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim sudah menurun drastis. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sepanjang Desember 2025, hanya ada 12 kasus keracunan MBG.

Penurunan kasus tersebut menjadi motivasi bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk terus menjaga keamanan pangan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju zero accident (nol kejadian) keracunan MBG.

Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, Kamis, 8 Januari 2026.

“Kemenkes terus tegas demi menjaga supaya keracunan pangan menjadi nol. Kita bersyukur lah selama bulan Desember 2025 yang mengalami keracunan pangannya hanya 12 kejadian, tadinya kan 3 ribu, 2 ribu, seribu, makin hari makin bagus, ini bahkan sudah 19 hari terakhir zero accident karena kita menjaga dengan ketat,” katanya.

Perbarui Data SPPG yang Lulus Higiene Sanitasi

Kemenkes juga terus memperbarui data SPPG yang telah lulus Higiene Sanitasi (SLHS) setiap pagi dan memberikan catatan ke BGN untuk menjadi perhatian khusus.

“Angka-angka (keracunan) itu makin hari makin turun. Kita sekarang mau meningkatkan intervensi gizi, jumlah takarannya kan sekarang masih sama, nanti setelah berjalan lagi kita cek secara rinci mana yang alergi dan mana yang tidak, setelah semua jalan makin bagus, maka kita akan capai penurunan stunting,” ujar dia.

Benjamin menyatakan, penurunan stunting tersebut menjadi salah satu tujuan utama intervensi gizi melalui MBG.

Sepanjang tahun 2025, BGN mencatat telah membangun 19.188 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dengan penerima manfaat mencapai 55,1 juta orang mencakup siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala BGN Dadan Hindayana menargetkan 82,9 juta penerima manfaat dapat tercapai pada Februari 2026.

Bagikan
Artikel Terkait
News

Dukung Pemulihan Pascabencana, Prabowo Setuju TKD Aceh 2026 Tidak Dipotong

finnews.id – Sebagai upaya mendukung pemulihan pascabencana di provinsi Aceh, Presiden Prabowo...

Barata, maskot baru PDI Perjuangan.
News

Ini Dia ‘Barata’, Maskot Baru PDI Perjuangan yang Melambangkan Kekuatan Rakyat

finnews.id – Maskot baru PDI Perjuangan bernama Barata, diluncurkan di arena Rakernas...

TNI AD bangun 17 jembatan bailey di Sumatra.
News

TNI AD Rampungkan Pembangunan 17 Jembatan Bailey di Wilayah Sumatra Terdampak Bencana

finnews.id – TNI Angkatan Darat telah merampungkan pembangunan 17 jembatan bailey di...

News

Srikandi BTN Turun Langsung Salurkan Bantuan Bagi Para Ibu dan Anak Korban Bencana di Aceh Tamiang

finnews.id – Para ibu dan pekerja perempuan di PT Bank Tabungan Negara...