Home News Penyakit Menular Jadi Ancaman di Pengungsian, Kemenkes Fokus Cegah Campak
News

Penyakit Menular Jadi Ancaman di Pengungsian, Kemenkes Fokus Cegah Campak

Bagikan
Kemenkes berupaya cegah penyakit menular di pengungsian.
Kemenkes berupaya cegah penyakit menular di pengungsian.
Bagikan

finnews.id – Hingga kini masih ada ratusan ribu warga terdampak bencana Sumatra yang berada di lokasi pengungsian. Munculnya penyakit menular di kalangan pengungsi menjadi kewaspadaan tersendiri bagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Berdasarkan hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan di lokasi pengungsian adalah infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, dan diare.

Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.

Sedangkan penyakit menular yang mendapat perhatian khusus Kemenkes adalah penyakit campak.

“Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang kita paling takut adalah campak,” ucap Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menjelaskan, campak memiliki tingkat penularan yang sangat cepat, sehingga berisiko menimbulkan wabah di lingkungan pengungsian yang padat.

Kemenkes Identifikasi Kasus Campak di 5 Kabupaten Terdampak

Saat ini, Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak. Deteksi dini dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama pada anak-anak.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah segera menjalankan program imunisasi khusus di wilayah yang terdeteksi. “Kita sudah lakukan imunisasi program khusus, jalan sejak minggu ini,” ujar Menkes.

Imunisasi difokuskan pada anak-anak di wilayah pengungsian serta daerah dengan risiko penularan tinggi.

Upaya pencegahan penyakit menular ini menjadi bagian penting dari penanganan bencana untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali selama masa pemulihan.

Menurut Budi, pemantauan penyakit dilakukan setiap hari melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.

Data tersebut menjadi dasar penyesuaian distribusi obat, tenaga medis, dan tenaga kesehatan. “Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” lanjutnya.

Bagikan
Artikel Terkait
Awan panas meluncur sejauh 4 km dari puncak Semeru.
News

Luncuran Awan Panas Sejauh 4 Km Iringi Erupsi Gunung Semeru

finnews.id – Aawan panas dengan jarak luncur sejauh 4 kilometer dari puncak...

Gelondongan kayu banjir bandang di Sumatra dimanfaatkan untuk pembangunan huntara.
News

Kemenhut Manfaatkan Gelondongan Kayu Terbawa Banjir Bandang untuk Pembangunan Huntara di Aceh

finnews.id – Sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan masyarakat terdampak banjir,...

Longsor tutupi jalur menuju kawasan wisata Bromo. Foto: BPBD Kabupaten Malang
News

Longsor Tutup Jalur Menuju Kawasan Wisata Bromo, BPBD Malang Turun Tangan

finnews.id – Tanah longsor terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, Jawa Timur,...

News

Sepanjang 2025, 16 Orang Korban Gigitan Rabies di Bali Meninggal Dunia

finnews.id – Sepanjang 2025 tercatat ada 16 orang korban gigitan hewan penular...