Home Ekonomi Gejolak AS–Venezuela Tak Goyahkan Pasar Indonesia, IHSG dan Rupiah Aman
Ekonomi

Gejolak AS–Venezuela Tak Goyahkan Pasar Indonesia, IHSG dan Rupiah Aman

Bagikan
Gejolak AS–Venezuela Tak Goyahkan Pasar Indonesia, IHSG dan Rupiah Aman
Gejolak AS–Venezuela Tak Goyahkan Pasar Indonesia, IHSG dan Rupiah Aman
Bagikan

Finnews.id – Pemerintah memastikan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak memberikan tekanan berarti terhadap perekonomian Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun nilai tukar rupiah masih bergerak dalam kondisi yang terkendali.

Bahkan, menurutnya, respons pasar justru menunjukkan sentimen yang relatif positif di tengah isu global tersebut.

“Kalau dilihat, pasar saham justru bergerak naik. Artinya pelaku pasar tidak melihat adanya risiko besar,” ujar Purbaya di Istana Negara, Senin, 5 Januari 2026.

Purbaya menilai reaksi investor terhadap konflik AS–Venezuela terbilang unik. Alih-alih terkoreksi, pasar saham Indonesia justru mencatatkan penguatan, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi domestik.

“Sedikit aneh memang, tapi itulah yang dibaca pasar. Sentimennya tidak negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional masih terjaga.

Nilai Tukar Rupiah Dinilai Tetap Aman

Selain IHSG, Purbaya juga menegaskan bahwa dampak konflik terhadap rupiah nyaris tidak terasa.

Pergerakan mata uang Garuda masih berada dalam rentang wajar dan cenderung stabil. “Seharusnya tetap positif,” jelas Purbaya.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah ditutup di level Rp16.735 per dolar AS, melemah tipis 0,12% pada akhir perdagangan sore.

Meski demikian, rupiah sempat menguat di pembukaan pagi di posisi Rp16.700 per dolar AS.

Purbaya menjelaskan, salah satu alasan minimnya dampak konflik tersebut adalah posisi geografis Indonesia yang jauh dari kawasan Amerika Latin. Hal ini membuat transmisi risiko geopolitik ke pasar domestik menjadi sangat terbatas.

Menurutnya, sentimen global lebih banyak memengaruhi kawasan yang memiliki keterkaitan langsung secara ekonomi maupun perdagangan.

Harga Minyak Dunia Tak Terpengaruh Signifikan

Isu lain yang kerap mengiringi konflik geopolitik adalah potensi lonjakan harga minyak dunia.

Namun, Purbaya menilai risiko tersebut juga relatif kecil dalam kasus Venezuela.

Ia menyebut Venezuela saat ini tidak lagi menjadi pemain aktif dalam perdagangan minyak global.

Selain itu, kebijakan AS yang mengizinkan pengeboran minyak di Alaska justru berpotensi menambah suplai global.

“Mungkin di jangka pendek ada kekhawatiran suplai berkurang, tapi dengan tambahan produksi dari Amerika, ke depan suplai justru membaik,” pungkasnya.

Bagikan
Artikel Terkait
Ekonomi

Gaji Pensiunan ASN 2026 Dikabarkan Naik, Pemerintah dan TASPEN Beri Penjelasan Resmi

finnews.id – Isu kenaikan gaji pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali mencuat...

Ekonomi

Gaji ke-13 ASN dan PPPK 2026 Terancam Efisiensi? Ini Penjelasan Terbaru Pemerintah

finnews.id – Isu efisiensi anggaran terhadap gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Ekonomi

Pengumuman! Stok BBM Subsidi Pertalite Bertahan 18 Hari, Pertamax 22 Hari

finnews.id – BPH Migas memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi nasional...

Ekonomi

Ini Kategori PPPK yang Tak Berhak Terima Gaji ke-13, Harap Maklum

finnews.id – Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 yang...