Home News Superflu H3N2 Bukan Ancaman Serius? Menkes: Tak Usah Khawatir, Nggak Mematikan!
News

Superflu H3N2 Bukan Ancaman Serius? Menkes: Tak Usah Khawatir, Nggak Mematikan!

Bagikan
Superflu H3N2
Superflu H3N2
Bagikan

Finnews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal dengan sebutan superflu, bukan penyakit baru. Karakteristiknya seperti flu biasa. Bahkan, Menkes menyebut superflu tidak mematikan seperti COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).

“Jadi nggak usah khawatir. Ini tidak seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2,” ujar Budi Gunadi di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.

Dia menjelaskan superflu dapat kembali diderita masyarakat, terutama saat musim dingin. Hal ini disebabkan karena kasus akibat virus ini cenderung meningkat di negara-negara dengan empat musim.

Namun, Budi memastikan peningkatan kasus superflu di negara seperti Indonesia tidak terlalu signifikan.

“Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan,” imbuh Budi.

Jaga Imunitas Tubuh Kunci Hadapi Superflu

Meskipun tidak seberbahaya COVID-19, Menkes tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.

Hal ini dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup dan berolahraga secara rutin.

“Kalau immune system kita bagus, itu kita bisa mengatasi sendiri tubuh kita karunia Tuhan ini luar biasa. Ini udah ada tentaranya sendiri yang ngelawan virus-virus itu,” terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memastikan bahwa vaksin flu yang ada saat ini tetap efektif dalam mengurangi risiko sakit berat, rawat inap, dan kematian akibat superflu.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menjelaskan berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan situasi epidemiologi saat ini, subklade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan dengan klade atau subklade lainnya.

“Gejala umumnya seperti flu musiman, yaitu demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan,” kata Widyawati.

Meski begitu, pemerintah terus melakukan surveilans dan pelaporan, serta menyiapkan kebijakan dan upaya sesuai dengan situasi terkini.

Hingga akhir Desember 2025, tercatat total ada 62 kasus superflu di 8 provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Widyawati memastikan semua varian yang ditemukan sudah dikenal dan bersirkulasi secara global, serta terpantau dalam sistem surveilans WHO.

Bagikan
Artikel Terkait
News

72 Siswa SD Duren Sawit Keracunan MBG, BGN Temukan Fakta-Fakta Unik

finnews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

Foto ilustrasi Kereta Api
News

PT KAI Beri Diskon Tiket Kereta Libur Paskah? Ini Penjelasan Resminya

finnews.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT Kereta Api Indonesia...

News

Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Deteksi Tsunami di Halmahera Barat dan Bitung

finnews.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis...

Siap-Siap! Kawasan Kumuh Menteng Tenggulun Disulap Jadi Sentra Ekonomi Modern
News

Siap-Siap! Kawasan Kumuh Menteng Tenggulun Disulap Jadi Sentra Ekonomi Modern

finnews,id – Kabar gembira buat warga Jakarta! Wajah kawasan Menteng Tenggulun bakal...