Home Hukum & Kriminal Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon Belum Terungkap, Ada apa?
Hukum & KriminalPolitikViral

Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon Belum Terungkap, Ada apa?

Pembunuhan anak politisi

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Kasus pembunuhan anak dari anggota Dewan Pakar PKS Cilegon, Maman Suherman, yang terjadi pada 16 Desember 2025, hingga saat ini (30 Desember 2025) memang belum terungkap pelakunya.

Korban pembunuhan diketahui bernama Muhammad Axel bocah 9 tahun yang merupakan anak politisi PKS di Kota Cilegon, Banten hingga kini masih menyisakan misteri. Selama dua pekan usai kejadian, polisi telah memeriksa puluhan saksi, namun belum menetapkan tersangka dalam perkara yang menghebohkan masyarakat tersebut.

Korban Muhammad Axel ditemukan meninggal dunia di kediamannya Komplek Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon 16 Desember lalu. Anak dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut dibunuh dengan cara ditusuk berulang kali.

Polda Banten Ambil Alih: Kasus yang sebelumnya ditangani Polres Cilegon kini telah diambil alih oleh Polda Banten guna mempercepat pengungkapan.

Kendala CCTV: Polisi mengungkapkan bahwa rekaman CCTV di rumah mewah korban dalam kondisi rusak/tidak berfungsi saat kejadian, sehingga menyulitkan identifikasi wajah pelaku secara langsung.

Hilangnya Jejak Akibat Hujan: Pada saat kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan lebat yang diduga menghilangkan banyak jejak, seperti sidik jari atau DNA di area luar lokasi kejadian.

Pemeriksaan Saksi: Hingga 30 Desember 2025, polisi telah memeriksa sedikitnya 22 orang saksi, termasuk orang terdekat dan mereka yang pernah bekerja di rumah korban.

 

Kapolres Cilegon AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyampaikan bahwa penyelidikan kasus penusukan bocah 9 tahun di Cilegon masih terus berlangsung. Polisi belum bisa menyampaikan detail penyelidikan karena sebagian informasi bersifat rahasia.

“Masih semua dikunci alat buktinya. Kami masih compare berbagai hal. Kalau memang ada persesuaian kami akan koordinasikan,” ujarnya, Senin (29/12/2025).

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus ini memerlukan kehati-hatian, terutama terkait barang bukti ilmiah. Seluruh temuan masih dianalisis untuk memastikan kesesuaian satu sama lain.

Bagikan
Artikel Terkait
Yakuza Maneges terus aktif melakukan sosialisasi untuk mengubah bahwa hati dan aksi mereka tetaplah untuk kemaslahatan masyarakat Kediri.
LifestyleViral

Bukan Geng Kriminal! Inilah Wajah Asli ‘Yakuza’ Kediri yang Bikin Publik Tercengang dan Terinspirasi!

Finnews.id – Lifestyle   Mendengar nama “Yakuza”, bayangan kita pasti berdetak pada organisasi...

Link video "Guru Bahasa Inggris dan Murid" lagi ramai menjadi perbincangan, bahkan pencarian di media sosial.
Viral

Jangan Tergiur Iming-iming Link Viral Guru dan Murid! Terbongkar Bahaya Tersembunyi di Baliknya

Finnews – Jakarta – Viral  Jagat media sosial kembali digegerkan dengan narasi...

Fenomena bintang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Kairi "Kairi" Rayosdelsol, kini melampaui batas layar smartphone.
Musik dan FilmSportsViral

Bukan Sekadar Game! Film Debut ‘Nobody Loves Kay’ Ungkap Perjuangan Berdarah-darah Kairi Jadi Raja Esports Dunia!

Finnews.id – ESPORTS – Fenomena bintang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Kairi...

Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pencabulan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati.Tersangka Asyhari (51 tahun)
Viral

Perintah Guru Cabul Pesantren Ndolo Kusumo untuk Cabuli Santriwatinya Terungkap

Finnews.id – Jakarta – Tabir kepalsuan yang selama ini disimpan Pesantren Ndolo...