finnews.id – Pertandingan Newcastle vs Tottenham di St James’ Park berakhir dramatis dengan skor 2-2, namun pembicaraan terbesar seusai laga bukan soal gol salto Cristian Romero di menit 95, melainkan insiden penalti yang diprotes keras oleh Thomas Frank. Keputusan VAR dianggap tidak konsisten dan dinilai merusak ritme pertandingan.
Spurs Tertekan di Awal, Newcastle Mulai Agresif
Tottenham datang dengan modal buruk setelah kalah dari Fulham dan kembali mengandalkan kapten mereka, Cristian Romero, yang baru selesai menjalani skorsing. Namun, pada 25 menit pertama, Spurs kembali tampil rapuh. Newcastle menekan tinggi, menguasai lini tengah, dan membuat The Lilywhites kesulitan keluar dari tekanan.
Frank mengakui bahwa timnya “menderita” pada fase ini, meski empat perubahan yang ia lakukan — termasuk memainkan Sarr, Bentancur, Johnson, serta kembalinya Romero — sedikit membantu stabilitas permainan.
Momen Penalti yang Memicu Kemarahan
Pertandingan berubah panas ketika wasit memberikan penalti untuk Newcastle setelah kontak ringan di kotak penalti. VAR ikut campur dan mendukung keputusan tersebut, sesuatu yang langsung diprotes oleh Thomas Frank seusai pertandingan.
Komentar Frank sangat tegas:
“It’s never a penalty… Itu bukan kesalahan jelas dan nyata. Ada sepuluh momen seperti itu dalam satu pertandingan.”
Bagi Frank, VAR semestinya tidak turun tangan karena kontak yang terjadi tidak berada pada level clear and obvious. Intervensi dalam situasi yang samar justru dianggap memperburuk kualitas keputusan.
Keputusan ini dinilai mengubah momentum setelah Spurs mulai menemukan ritme setelah fase tertekan di awal laga.
Romero: Kapten dan Penyelamat
Yang menarik, dua gol Tottenham justru datang dari seorang bek tengah. Cristian Romero menjadi pemain paling tajam Spurs malam itu dengan dua tembakan tepat sasaran — dan keduanya berbuah gol.
-
Gol pertama: sundulan tajam yang disebut Frank sebagai salah satu header terbaik yang ia lihat dari pemain non-striker.
-
Gol kedua: bicycle kick menit 95 yang membuat laga berakhir imbang dan menyelamatkan satu poin penting.
Fans Spurs di tribun tandang menyanyikan chant, menandai mentalitas tidak menyerah yang ditunjukkan skuad Frank.
Newcastle Kehilangan Kontrol di Akhir Laga
Newcastle tampil dominan di awal dengan masuknya Tonali ke lini tengah dan Murphy menggantikan Elanga. Barnes serta Woltemade memberi ancaman yang konsisten. Namun, setelah unggul dan memasuki 20 menit terakhir, mereka mulai kehilangan kontrol:
-
Tempo menurun
-
Lini tengah tidak lagi menekan
-
Spurs lebih sering memenangkan duel kedua
Kelelahan Newcastle dimanfaatkan Spurs untuk bermain lebih berani dan membangun momentum menuju gol penyeimbang.
VAR Jadi Sorotan Utama
Terlepas dari drama akhir, keputusan penalti tetap menjadi pusat perdebatan. Dengan intensitas kontak yang minim dan tanpa bukti pelanggaran jelas, banyak yang menilai VAR keliru menurunkan standar intervensi.
Frank menegaskan bahwa keputusan ini bertentangan dengan filosofi baru Premier League yang mendorong VAR hanya masuk dalam kesalahan yang nyata. Pada malam tersebut, hal itu tidak terjadi.
Kesimpulan
Laga ini menghadirkan drama, comeback, dan gol spektakuler, namun semuanya tertutupi oleh satu hal: kontroversi VAR. Tottenham pulang dengan satu poin berkat aksi heroik Romero, tetapi pertanyaan soal kualitas keputusan VAR kembali mengemuka—sebuah isu yang tampaknya belum menemukan solusi jelas musim ini.
- Analisa Laga
- analisis penalti newcastle spurs
- apakah var salah di laga tottenham
- Cristian Romero
- Drama St James’ Park | kontroversi var premier league
- Kesalahan Wasit
- kesalahan wasit liga inggris terbaru
- Kontroversi VAR
- Newcastle vs Spurs
- Penalti Kontroversial
- Thomas Frank
- Tottenham Hotspur
- ulasan kontroversi var di st james park
- VAR Premier League