Home News Korban Tewas Bencana Alam di 3 Provinsi Sumatera, BNPB: 708 Tewas, 499 Hilang
News

Korban Tewas Bencana Alam di 3 Provinsi Sumatera, BNPB: 708 Tewas, 499 Hilang

Bagikan
Banjir di Aceh rendam 22 desa.
Banjir di Aceh rendam 22 desa.
Bagikan

finnews.id – Jumlah korban tewas akibat bencana alam, banjir bandang dan tanah longsor di 3 provinsi di Sumatera terus bertambah.

Hingga berita ini diturunkan (Selasa, 2/12) jumlah korban tewas mencapai 708 orang dan yang masih dinyatakan hilang sebanyak 499 orang.

Demikian diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari.

“Rinciannya, Sumatera Utara korban meninggal dunia 294 jiwa dan hilang 155 jiwa. Kemudian, Provinsi Aceh per hari ini meninggal dunia 218 jiwa, hilang 227 jiwa,” bebernya.

Untuk Sumatera Barat, korban jiwa ada 196 jiwa dan dinyatakan masih hilang ada 117 jiwa.

Abdul Muhari menyampaikan kabupaten yang paling terdampak di Sumatera Utara adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.

Distribusi logistik untuk Sumut dilakukan lewat tiga moda transportasi. “Untuk Sumatera Utara, proses distribusi logistik tetap kita upayakan dari tiga moda transportasi. Ada jalur darat, jalur udara dan jalur laut,” kata Abdul Muhari.

Untuk jalur darat, sebanyak enam truk dengan masing-masing membawa 15 ton logistik menuju Sumut.

Sementara untuk jalur logistik dari laut, pengiriman logistik dari Jakarta membawa 100 ton beras akan sampai di Sibolga.

“Bantuan akan loading di Sibolga untuk didistribusikan ke kabupaten/kota terdampak, baik itu via jalur darat maupun jalur udara,” kata Abdul Muhari.

Untuk jalur udara, saat ini di Silangit, Tapanuli Utara, disiagakan 7 unit helikopter dan akan ditambah 3 unit helikopter milik TNI dan 4 unit helikopter BNPB.

“Untuk distribusi logistik melalui jalur udara ini tonase angkutan tidak sebesar tonase angkutan jalur darat dan jalur laut, tetapi ini sangat penting untuk mendistribusikan meskipun dengan tonase dari 800 (kg) hingga 1,5 ton untuk bisa mencapai daerah-daerah yang saat ini belum bisa ditempuh dengan jalur darat,” kata Abdul Muhari.

Ia menambahkan untuk menyiasati peningkatan distribusi logistik jalur udara, BNPB bersama TNI, Polri, dan Basarnas akan menambah frekuensi penerbangan dan menambah unit helikopter atau pesawat caravan.

“Ini kita targetkan rencana pengerahan hingga 30 unit baik itu heli dan caravan,” kata Abdul Muhari.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
News

Salah satu Kolom Instagram Pramugari IAT yang Hilang di Maros, Berselimut Kesedihan Mendalam

finnews.id – Di balik proses pencarian pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport...

News

Habib Rizieq Nilai Mens Rea Pandji Pragiwaksono Hina Syariat Islam

finnews.id – Mens Rea sebuah acara yang menjadi perbincangan akhir-akhir ini, sempat...

Sumatera Bangkit! Menteri PU Pastikan Tak Ada Lagi Kota Terisolasi, Tapi Ribuan Desa Masih Terkepung?
News

Sumatera Bangkit! Menteri PU Pastikan Tak Ada Lagi Kota Terisolasi, Tapi Ribuan Desa Masih Terkepung?

finnews.id – Kabar melegakan akhirnya datang untuk warga Sumatera! Setelah berhari-hari berjuang...

Anggaran makan minum Pemda Rp1 miliar
News

Anggaran Makan Minum Pemda Tembus Rp1 Miliar Sehari, DPR Segera Panggil Mendagri Tito Karnavian

Finnews.id – Kabar mengenai adanya Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengalokasikan anggaran fantastis...