finnews.id – Hong Kong diguncang oleh kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court yang menewaskan sedikitnya 151 orang.
Kebakaran ini terjadi pada Rabu lalu, ketika tujuh dari delapan blok menara yang sedang menjalani renovasi habis terbakar. Api menyebar dengan cepat ke atas dan antar blok, dipicu oleh jaring pelindung yang tidak memenuhi standar tahan api.
Kebakaran ini menjadi yang paling mematikan di kota itu dalam lebih dari 70 tahun. Sementara pihak berwenang terus mengevakuasi dan memulihkan jenazah, jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah.
Investigasi Resmi dan Komite Independen
Pemerintah Hong Kong di bawah kepemimpinan Chief Executive John Lee segera membentuk komite independen yang akan dipimpin oleh seorang hakim. Komite ini bertujuan melakukan reformasi menyeluruh dan mencegah tragedi serupa di masa depan.
John Lee menekankan perlunya tindakan serius terhadap semua kelemahan yang teridentifikasi selama tahap renovasi dan keselamatan bangunan. “Ya, ini tragedi. Ya, kita perlu reformasi. Ya, kita telah menemukan kegagalan di berbagai tahap. Itulah mengapa kita harus bertindak serius agar semua celah ini tertangani,” ujarnya dalam konferensi pers.
Penangkapan Terkait Dugaan Kelalaian
Sedikitnya 13 orang telah ditangkap atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, termasuk direktur sebuah perusahaan konstruksi. Selain itu, seorang pria berusia 24 tahun ditahan karena tuduhan hasutan terkait petisi untuk investigasi independen, bersama dua orang lainnya, termasuk mantan anggota dewan distrik.
Langkah ini menuai kritik dari organisasi internasional seperti Amnesty International dan Human Rights Watch. Amnesty International menyatakan, pihak berwenang seharusnya fokus pada investigasi transparan daripada membungkam warga yang menanyakan pertanyaan sahih.
Kegagalan Alarm dan Material Bangunan
Beberapa penghuni melaporkan tidak mendengar alarm kebakaran saat api mulai membesar. Dinas pemadam kebakaran Hong Kong menemukan bahwa alarm di semua delapan blok tidak berfungsi efektif.
Selain itu, api merambat dengan cepat karena jaring pelindung dan material lain di luar gedung yang mudah terbakar.
Akibat kejadian ini, departemen bangunan Hong Kong menangguhkan sementara pekerjaan pada 30 proyek swasta lainnya untuk memastikan keselamatan dan kepatuhan terhadap standar konstruksi.
Dampak Sosial dan Demografi Penghuni
Wang Fuk Court dibangun pada tahun 1983 dan menyediakan 1.984 apartemen untuk sekitar 4.600 penduduk. Sekitar 40% penduduknya diperkirakan berusia 65 tahun ke atas, dan sebagian telah tinggal di kompleks ini sejak awal pembangunan.
Tragedi ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan rumah dan memengaruhi komunitas lansia yang rentan.
Sejarah Kebakaran Mematikan di Hong Kong
Kebakaran Wang Fuk Court menjadi yang kedua mematikan di Hong Kong sejak 1948, ketika ledakan di lantai dasar sebuah gudang menewaskan 176 orang.
Kebakaran paling mematikan terjadi di Happy Valley Racecourse pada tahun 1918, menewaskan lebih dari 600 orang. Peristiwa ini menyoroti pentingnya keselamatan bangunan dan standar konstruksi di kota padat penduduk.
Langkah Ke Depan
Komite independen yang dibentuk diharapkan dapat menyelesaikan investigasi dalam tiga hingga empat minggu.
Pemerintah menekankan perlunya reformasi menyeluruh di sektor konstruksi dan keselamatan bangunan, sementara masyarakat dan organisasi internasional menunggu tindakan yang transparan dan akuntabel.
Referensi:
-
BBC News, “Hong Kong forms independent panel after deadly fire at housing complex,” 2025.
-
Getty Images, “Firefighters respond to Wang Fuk Court blaze,” 2025.
-
Amnesty International, “Hong Kong: Authorities must investigate deadly fire transparently,” 2025.