Home News Dugaan Keracunan Menu MBG Terjadi di SMAN 2 Manokwari, Polisi Turun Tangan
News

Dugaan Keracunan Menu MBG Terjadi di SMAN 2 Manokwari, Polisi Turun Tangan

Bagikan
Pihak sekolah SDN Meruya Selatan 01 membuat poling orang tua murid soal kelanjutan program MBG.
Bagikan

finnews.id – Kasus dugaan keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMAN 2 Manokwari, Papua Barat, awal pekan ini. Kejadian bermula dari seorang siswa merasa mual serta alergi beberapa jam setelah mengonsumsi menu MBG.

Laporan itu kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari untuk menindaklanjuti pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa SMA Negeri 2 Manokwari.

Merespons kasus ini, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari turun tangan menyelidiki penyebab dugaan keracunan yang dialami 11 siswa SMA Negeri 2 Manokwari.

Kasatreskrim Polresta Manokwari, AKP Agung Gumara mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan pihak sekolah maupun pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Termasuk pemasok ikan, karena ada indikasi ikannya tidak segar. Karena ini program pemerintah, maka penanganan masalah melibatkan instansi teknis dari pemerintah daerah,” ucap Agung, Jumat, 28 November 2025, dikutip Antara.

Pemantauan Penyediaan Bahan Baku Melibatkan Berbagai Pihak

Ia menjelaskan, pemantauan dan pengawasan terhadap proses penyediaan makanan bergizi harus dilakukan secara berkesinambungan yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, serta instansi teknis.

Hal tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh pengelola dapur SPPG di wilayah Manokwari menerapkan standar prosedur operasi agar Program MBG berjalan tanpa menimbulkan permasalahan.

“Kami terus mengimbau agar semua pengelola dapur SPPG mengikuti standar, mulai dari bahan baku hingga pengolahan makanan,” ujar Agung Gumara.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Marten Rantetampang mengatakan, pengaturan waktu produksi, distribusi, dan konsumsi yang tidak melewati batas aman selama enam jam merupakan hal yang paling penting.

Keterlambatan dalam rantai distribusi dinilai sebagai faktor utama terjadinya kasus keracunan makanan yang disantap siswa sebagai penerima manfaat Program MBG.

“Kalau pengawasan, kami sudah perketat semenjak kejadian pertama,” ucap Marten.

Bagikan
Artikel Terkait
Persiapan berangkat haji
News

Tradisi Walimatus Safar: Kemenkes Ingatkan Jemaah Haji 2026 Tak Terjebak Tradisi yang Mengancam Nyawa

finnews.id – Niat hati merayakan syukuran sebelum berangkat ke Tanah Suci, namun...

News

Penyebab Bocornya KM Nabilah di Kepulauan Seribu Utara

finnews.id – Kecelakaan laut menimpa kapal kayu KM Nabilah di perairan tenggara...

News

TNI Gelar Operasi Senyap Selamatkan Karyawan PT Freeport dari OPM

finnews.id – Kesiapsiagaan dan ketangkasan personel TNI harus diuji secara nyata di...

InternasionalNews

Seorang Wisatawan Wanita Meregang Nyawa karena Diserang Hiu

finnews.id – Serangan hiu adalah peristiwa ketika hiu menggigit atau melukai manusia,...