Home Internasional AS Hentikan Peringatan Hari AIDS Sedunia untuk Pertama Kalinya sejak 1988
Internasional

AS Hentikan Peringatan Hari AIDS Sedunia untuk Pertama Kalinya sejak 1988

Bagikan
Hari AIDS
Hari AIDS, Image: DreamBrush / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Pemerintah Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak 1988 tidak akan memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember.

Keputusan ini diberitakan oleh The Guardian setelah dokumen internal Departemen Luar Negeri bocor ke publik dan dikonfirmasi juga melalui laporan The New York Times.

Dalam instruksi yang dikirim kepada pegawai pemerintah dan penerima dana hibah federal, Departemen Luar Negeri memerintahkan agar tidak ada penggunaan dana publik untuk menyelenggarakan atau mempromosikan Hari AIDS Sedunia.

Instruksi tersebut juga melarang publikasi atau pernyataan resmi, termasuk unggahan media sosial dan pidato terkait peringatan tersebut.

Meskipun begitu, individu masih diperbolehkan menghadiri acara yang diselenggarakan pihak lain tanpa membawa identitas resmi pemerintah.

Pemerintah menyatakan kebijakan baru ini merupakan bagian dari aturan yang lebih luas untuk tidak merilis pesan publik terkait hari peringatan apa pun.

Namun, kritik muncul karena Presiden Donald Trump sebelumnya tetap mengeluarkan deklarasi untuk sejumlah peringatan lain seperti Anti-Communism Week dan National Energy Dominance Month.

Selama lebih dari tiga dekade, AS rutin memperingati Hari AIDS Sedunia untuk menghormati korban dan meningkatkan kesadaran publik mengenai HIV/AIDS.

Tahun lalu Presiden Joe Biden bahkan menggelar upacara di Gedung Putih dan menampilkan panel AIDS Memorial Quilt yang memperingati lebih dari 110.000 korban di negara itu.

Kebijakan terbaru ini menambah daftar perubahan pemerintah terhadap program HIV, termasuk pemangkasan bantuan luar negeri dan pembatasan pendanaan riset serta pencegahan.

Pemerintah juga dilaporkan menahan pendanaan melalui PEPFAR, program global penanggulangan HIV/AIDS yang diluncurkan era George W Bush dan disebut telah mencegah sekitar 25 juta kematian dini.

Biasanya laporan perkembangan PEPFAR dipublikasikan pada 1 Desember setiap tahun. Hingga saat ini belum jelas apakah laporan tersebut tetap akan dibagikan kepada Kongres tanpa peringatan resmi.

Departemen Luar Negeri belum memberikan komentar atas laporan ini.

Referensi: The Guardian; The New York Times.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Yen Jepang Menguat Tajam, Menkeu Satsuki Katayama Soroti Aksi Spekulan Pasar

finnews.id – Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, memberikan pernyataan tegas mengenai penguatan...

Internasional

Pilot Lufthansa Mogok Kerja, Seribu Lebih Penerbangan di Jerman Batal

finnews.id – Rencana perjalanan puluhan ribu orang di Jerman berantakan pekan ini....

Internasional

Ekonomi China Tumbuh 5 Persen di Kuartal I 2026, Tapi Perang Iran Bayangi Target Pertumbuhan

finnews.id – Ekonomi China menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup menjanjikan di awal...

Internasional

Setelah 34 Tahun, Israel dan Lebanon Akan Gelar Dialog Langsung!

finnews.id – Pemimpin Israel dan Lebanon kabarnya akan segera melakukan pembicaraan langsung...