Home Internasional Mengenal Krampus, Sosok Menyeramkan Penghukum Anak Nakal Jelang Malam Natal
Internasional

Mengenal Krampus, Sosok Menyeramkan Penghukum Anak Nakal Jelang Malam Natal

Bagikan
Legenda Krampus
Legenda Krampus, Image: DALL·E 3
Bagikan

finnews.id – Legenda Krampus menjadi salah satu cerita Natal paling gelap dan mistis di Eropa.

Mitos tentang Krampus sudah ada jauh sebelum tradisi Natal modern berkembang.

Dalam banyak versi cerita, Krampus muncul sebagai makhluk setengah kambing, setengah iblis, yang menghukum anak-anak nakal sebelum

Hari Santo Nikolas. Legenda Krampus menunjukkan sisi lain perayaan Natal: bukan hanya hadiah dan keceriaan, tetapi juga konsekuensi moral dan ketakutan.

Asal Usul dan Mitos Krampus

Legenda Krampus memiliki akar pagan, terutama ritual musim dingin pra-Kristen di wilayah Alpen.

Beberapa antropolog menilai Krampus berasal dari tradisi “wild men” atau makhluk bertanduk yang mewakili roh jahat atau kekuatan alam selama perayaan solstis musim dingin.

Seiring masuknya Kristen ke Eropa Tengah, masyarakat mulai mengaitkan Krampus dengan Santo Nikolas sebagai sosok pendamping gelap.

Alih-alih memberikan hadiah, Krampus menghukum anak-anak nakal dengan cambuk birch atau ranting. Kata “Krampus” berasal dari bahasa Jerman “Krampen” yang berarti cakar.

Beberapa versi legenda menyebut Krampus sebagai keturunan dewi Hel dalam mitologi Nordik, sehingga dianggap berasal dari dunia bawah.

Wajah Krampus menakutkan, dengan tanduk besar, bulu gelap, cakar, lidah panjang, dan gigi runcing.

Krampusnacht dan Krampuslauf: Ritual Mencekam Jelang Natal

Legenda Krampus mencapai puncaknya pada malam 5 Desember, yang disebut Krampusnacht atau Malam Krampus.

Pada malam itu, Krampus mengunjungi rumah-rumah bersama Santo Nikolas untuk menilai anak-anak dan menghukum yang berperilaku buruk.

Selain kunjungan malam, masyarakat menyelenggarakan Krampuslauf atau Lari Krampus.

Orang-orang mengenakan kostum berbulu, topeng kayu dengan tanduk, serta membawa rantai atau tongkat birch.

Mereka berparade di desa-desa Alpen sambil menakut-nakuti penduduk dan meniru pengejaran anak-anak nakal.

Kini, tradisi ini menjadi atraksi budaya dan wisata di banyak kota Alpen.

Pesan Moral dan Fungsi Sosial dalam Mitos Krampus

Legenda Krampus bukan sekadar cerita horor. Mitos ini menyampaikan pesan moral yang jelas.

Krampus mengingatkan anak-anak bahwa perilaku buruk memiliki konsekuensi.

Tradisi ini menegaskan bahwa Natal tidak hanya soal hadiah manis dan kegembiraan, tetapi juga tanggung jawab dan moralitas.

Selain itu, keberadaan Krampus membantu masyarakat mengendalikan perilaku anak-anak melalui ketakutan simbolis.

Krampus berfungsi sebagai alat moral untuk mendidik anak-anak agar berperilaku lebih baik sepanjang tahun.

Bagikan
Artikel Terkait
Presiden AS Donald Trump
Internasional

Trump Ingin Menyelesaikan Masalah Nuklir Iran Melalui Jalur Diplomasi

finnews.id – Presiden AS Donald Trump mengatakan, meski ia lebih menyukai solusi...

Internasional

Pidato Trump: AS akan Serang Iran, Teheran Mungkir

finnews.id – Presiden AS Donald Trump secara singkat menyampaikan alasan adanya kemungkinan...

EkonomiInternasional

Pemerintahan Trump Bakal Ambil Inisiatif Ilegal untuk Imigran, Perbankan jadi Alat

finnews.id – Gedung Putih sedang menjajaki langkah-langkah yang dapat mewajibkan bank untuk...

Internasional

AS Tuding China Lakukan Peningkatan Kemampuan Senjata Nuklir

finnews.id – Washington menuduh China memperbesar kemampuan persenjataan nuklirnya. AS juga menuding...