finnews.id – Fabio Quartararo menjalani MotoGP Portugal dengan tantangan besar. Rider asal Prancis ini finis keenam setelah pertarungan sengit melawan Fermin Aldeguer, Brad Binder, dan Johann Zarco. Performa ini menyoroti kelemahan Yamaha di GP Portugal, terutama pada top speed, grip, dan stabilitas motor.
Perjuangan di Kualifikasi dan Sprint Race
Quartararo harus melewati Q1 sebelum akhirnya menempatkan Yamaha-nya di baris depan. Ia kemudian menampilkan performa baik di sprint race dengan finis keempat.
Namun, balapan utama jauh lebih menantang karena persaingan ketat. Quartararo sendiri mengakui bahwa ia mendorong motor dari lap pertama hingga akhir, tapi tidak sepenuhnya berhasil mengelola ban.
“Saya nge-push dari lap pertama hingga akhir, tentu dengan memperhatikan agar ban tidak habis. Tapi saya juga tidak benar-benar mengelola ban dengan baik,” katanya.
Masalah Motor yang Menghambat Performa
Selain manajemen ban, Quartararo menghadapi kendala pada elektronik, grip, dan stabilitas motor.
Ia menyebut, “Kami kehilangan top speed, grip, stabilitas, dan tentu elektronik. Semua hal yang bisa membuat motor lebih baik sedikit demi sedikit tidak ada.”
Pernyataan ini menegaskan kelemahan Yamaha di GP Portugal, yang mempengaruhi hasil balapan meskipun Quartararo berusaha keras.
Hasil Maksimal dan Evaluasi Tim
Tim Yamaha bekerja keras untuk memperbaiki motor. Quartararo menilai hasil di Portugal sebagai “hasil maksimal yang bisa dicapai dengan apa yang kami miliki saat ini.”
Transformasi dari sesi latihan Jumat yang kurang memuaskan menjadi hasil akhir yang bisa diterima menunjukkan usaha tim. Meski begitu, top speed rendah dan grip kurang tetap menjadi fokus perbaikan.
Posisi Klasemen dan Peluang Quartararo
Dengan Raul Fernandez absen akibat kecelakaan di FP1, Quartararo kini menempati posisi sembilan klasemen sementara dengan satu seri tersisa.
Ia tertinggal lima poin dari rookie of the year Fermin Aldeguer dan memiliki peluang tipis naik ke posisi tujuh, dengan jarak 29 poin dari Franco Morbidelli.
Posisi ini menjadi pencapaian terbaik Quartararo sejak menjadi runner-up musim 2022 di belakang Pecco Bagnaia.