Marlupi Dance Academy kini menjadi akademi balet terbesar di Indonesia –bahkan Asia Tenggara.
Marlupi sendiri ternyata singkatan dari Marry –bunda Maria– dan Dewi Palupi –istri Arjuna yang sangat cantik dan baik hati di dunia pewayangan. Indonesia berutang nama baik di dunia balet kepada Marlupi.
Sudah lebih 30 tahun saya bersahabat dengan keluarga Marlupi yang baik hati. Sejak dulu dia sering datang ke kantor redaksi: bawa sekeranjang lemper. Saya minta kepada Marlupi untuk meramaikan kantor kami yang masih sepi, berantakan, dan belum sepenuhnya jadi: dia mau buka kelas balet di gedung kami. Sampai saya sudah lama meninggalkan gedung itu Marlupi masih di sana. Sampai pun dia meninggal dunia.
Rumah duka malam itu penuh dengan pelayat yang umumnya penari balet. Sesekali saya melirik ke peti jenazah: saya khawatir Marlupi tidak tahan melihat kesedihan mereka lalu bangkit ikut menari di layar balet bersama mereka.(Dahlan Iskan)