Maka salah satu jalan keluarnya adalah: PLN harus rela menyewakan transmisi listriknya. Dengan demikian pabrik tekstil yang atapnya luas bisa dipasangi solar sel. Kelebihan listriknya dijual ke pabrik lain lewat jaringan PLN –dengan sistem sewa. Di banyak negara itu biasa.
Presiden kelihatannya sangat gemes akan seretnya pelaksanaan transisi energi. Tapi dirut PLN memang juga harus memikirkan agar PLN tidak jadi korban transisi energi. Ini sungguh agenda yang menantang. Terutama kalau pencairan uang subsidi sangat seret –yang membuat PLN pusing memikirkan cash flow-nya.
Jangan-jangan kepusingan cash flow itu yang membuat konsep transisi energi tidak kunjung jadi. (Dahlan Iskan)