“Waktu saya sudah SMP ibu baru pulang dari Taiwan,” ujar Andrew.

Sang ibu minta Andrew melanjutkan sekolah. Biaya bisa dicari. Masuklah Andrew ke SMK Negeri Ngadirejo. Andrew ambil jurusan komputer dan jaringan.

Sang ibu pun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya. Yakni di sebuah rumah di kompleks Pakuwon Surabaya barat. Andrew harus terus sekolah. Harus sampai sarjana.

Setamat SMK Andrew mencari tempat kuliah. Kalau bisa di ITS. Agar cocok dengan jurusannya di SMK dan dekat dengan tempat kerja ibunya. Andrew nggak berhasil tes masuk ITS. Ke universitas lain juga gagal.

Sang ibu sangat ingin anaknyi kuliah. Andrew pun dikirimi lagi uang. Kali ini Rp 500.000. Kata sang ibu, itu uang terakhir yang dimiliki ibunya. Kalau dengan uang itu tidak juga bisa diterima di perguruan tinggi mana pun ya sudah. Andrew harus cari kerja. Cari uang. Untuk bisa kuliah.

Maka Andrew belajar lebih keras. Siang malam. Ia tidak ingin mengecewakan harapan ibunya. Akhirnya Andrew lulus tes untuk D3 di lingkungan ITS Surabaya. Tentu tidak bisa tinggal bersama sang ibu. Ia tinggal di rumah kerabat keluarga dari Pacitan.

Sebagai lulusan dari daerah pedalaman Andrew awalnya sulit mengejar nilai teman-teman D3-nya. Rangkingnya di atas 10 besar. Ia belajar lebih keras. Sambil jadi tukang ojek di Surabaya. Prestasi akademiknya naik. Ia lulus D3 cum laude. Bahkan yang terbaik di antara lulusan seangkatannya.

Dengan prestasi itu Andrew bisa melanjutkan kuliah D4 di PENS –Politeknik Elektro Negeri Surabaya. Ia juga dapat pekerjaan paruh waktu di laboratorium universitas. Kebetulan peralatan di lab itu tidak berfungsi. Rusak. Andrew diminta memperbaikinya. Dalam tiga bulan lab itu kembali berfungsi.

Sebelum lulus PENS, Andrew mendapat kabar buruk: ibunya sakit. Sakitnya berat: kanker. Sang ibu berhenti bekerja. Juga memutuskan untuk pulang ke Ngadirejo –ingin meninggal di sana. Andrew terpukul berat. Perasaannya sangat terganggu. Ia ingin mendampingi dan merawat sang ibu. Tapi ibunya sendiri ngotot minta Andrew menyelesaikan kuliah di Surabaya.