Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kemahasiswaan ITB Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si. menyambut baik kolaborasi BTN dengan perguruan tinggi. Dia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai peran BTN. Sekaligus mendorong hasil penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Hal yang ingin saya garis bawahi adalah peran perguruan tinggi. Sudah saatnya hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai data atau publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” terang Insanu.

Insanu menekankan, perguruan tinggi tidak bisa hanya mengandalkan reputasi institusi. Kolaborasi dengan industri dan berbagai mitra diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar mendapatkan wawasan baru, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan solusi yang berguna.

“Artinya, ada nilai tambah yang bisa kita peroleh. Mendapat wawasan, pengetahuan, dan manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Senada, Ketua Program Master dan Doktor Arsitektur Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB Dr. Eng. Ar. M Donny Koerniawan, S.T., M.T., IAI menilai BTN Housingpreneur Batch 3 sebagai peluang untuk menjembatani penelitian dengan implementasi. Sebab, inovasi dari kalangan akademisi, termasuk di ITB, sudah banyak. Namun, tidak semuanya berhasil dikembangkan menjadi produk atau solusi yang bisa digunakan masyarakat.

Dalam dunia akademik, kondisi tersebut dikenal sebagai death valley atau jurang kematian. Berbagai inovasi kerap terhenti akibat keterbatasan pendanaan, minimnya minat produsen, serta kurangnya jaringan dengan industri. Karena itu, kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, produsen, pemerintah, dan masyarakat menjadi penting agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi atau dokumen akademik.

“Saya melihat BTN Housingpreneur Batch 3 sebagai peluang yang sangat baik. BTN berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempertemukan akademisi, pelaku bisnis, dan produsen,” ucap Donny.