Film ini mengikuti kehidupan Srintil dan Rasus di tengah masyarakat Dukuh Paruk. Namun, kehidupan mereka kemudian ikut berubah ketika konflik politik 1965 memengaruhi kehidupan masyarakat desa tersebut.

Alih-alih hanya berfokus pada peristiwa politik di tingkat nasional, Sang Penari menunjukkan bagaimana gejolak politik dapat masuk ke kehidupan masyarakat di tingkat lokal.

Kisah personal para tokohnya membuat film ini menghadirkan dampak perubahan politik melalui kehidupan sehari-hari masyarakat.

8. The Act of Killing atau Jagal (2012)

The Act of Killing, yang dikenal di Indonesia dengan judul Jagal, menawarkan pendekatan berbeda dalam mengangkat kekerasan massal pasca-1965.

Joshua Oppenheimer dan Christine Cynn menyutradarai dokumenter ini dengan menghadirkan orang-orang yang mengaku terlibat dalam pembunuhan terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Sumatera Utara.

Para narasumber tidak hanya menceritakan pengalaman mereka, tetapi juga memperagakan kembali tindakan yang mereka lakukan pada masa tersebut.

Pendekatan itu membuat The Act of Killing menjadi salah satu dokumenter internasional yang banyak dibahas ketika orang membicarakan kekerasan massal pasca-1965.

9. The Look of Silence atau Senyap (2014)

Setelah The Act of Killing, Joshua Oppenheimer kembali mengangkat pengalaman terkait kekerasan pasca-1965 melalui The Look of Silence atau Senyap.

Film ini mengikuti Adi, seorang penyintas yang berusaha memahami kematian kakaknya. Dalam proses tersebut, Adi menemui sejumlah orang yang disebut berkaitan dengan pembunuhan tersebut.

Berbeda dari The Act of Killing yang menghadirkan orang-orang yang mengaku terlibat, The Look of Silence mengambil sudut pandang keluarga korban.

Film ini kemudian menghadirkan pengalaman keluarga penyintas ketika berhadapan dengan ingatan mengenai kekerasan pasca-1965.

10. Surat dari Praha (2016)

Surat dari Praha membawa cerita 1965 ke luar Indonesia. Film garapan Angga Dwimas Sasongko ini menceritakan kehidupan sejumlah orang Indonesia di Praha yang tidak dapat kembali ke Tanah Air akibat perubahan politik Indonesia setelah peristiwa 1965.