Ada juga pesawat yang nekat: tahu persediaan bahan bakarnya tidak cukup tetap saja terbang. Setelah menjatuhkan bom mendarat darurat di daratan Tiongkok. Diselamatkan penduduk.

Banyak penduduk Tiongkok yang akhirnya dihukum mati Jepang karena tindakan penyelamatan itu. Ternyata para pilot itu, dibekali secarik ‘jimat’. Secuil kertas. Isinya: tulisan dalam huruf Mandarin yang pilot itu sendiri tidak bisa membacanya. ‘Jimat’ itu dimasukkan saku dengan harapan rakyat Tiongkok menemukannya, membacanya dan menolongnya.

Kisah-kisah penyelamatan pilot itu banyak ditulis oleh para pilot itu sendiri. Bahkan anak cucu sang pilot ada yang sampai ke Tiongkok mencari anak cucu orang yang menyelamatkan nyawa leluhur mereka.

Mungkin Trump sudah lupa peristiwa kemanusiaan yang indah itu. Sudah terlalu lama berlalu.

Maka Xi Jinping perlu menguraikan peristiwa lain yang lebih baru: 1 September lalu. Tidak kalah mengharukannya.

Seorang pensiunan guru di Pennsylvania terbang ke Tiongkok untuk menemui seorang wanita di pedalaman Mongolia. Itu karena sang guru membaca namanya disebut di medsos. Isinya: Si wanita sudah lama mencarinya. Untuk apa? Hanya untuk mengucapkan terima kasih.

Sang guru, Sakolsky, pernah mengajar di SMA di daerah Laoyang –provinsi Henan. Di zaman lama kota ini pernah sebentar jadi ibu kota kekaisaran Tiongkok. Letaknya tidak terlalu jauh dari Xiaolin Tempel yang sudah Anda kenal.

Si wanita bernama Mrs Yi. Belakangan Mrs Yi menjadi pahlawan di Tiongkok. Namanyi jadi buah bibir di negara itu: sebagai pahlawan lingkungan. Penghargaan tinggi diberikan kepadanyi.

Berkat ketekunannyi berpuluh tahun gurun tandus seluas 400.000 km menjadi ijo royo-royo.

Ketika Yi menerima penghargaan dari negara dia ingat jasa guru Amerika itu. Guru itulah yang memberinyi uang sebagai modal awal pengabdiannyi. Dia ingin mengucapkan terima kasih kepadanya tapi nomor kontaknya sudah hilang. Sudah 27 tahun berlalu. Si guru sendiri sudah tua. Sudah pensiun.

Akhirnya medsos menyambungkan hubungan itu. Si wanita mengundang Pak Guru untuk datang ke Tiongkok. Untuk melihat sendiri bagaimana gurun yang kerontang itu kini sudah menjadi hutan.