Oleh: Dahlan Iskan

Cara berkomunikasi orang Amerika, Inggris, dan Tiongkok begitu berbedanya. Itu tecermin dari penampilan Donald Trump dari Amerika, McCarney dari Kanada, dan Xi Jinping dari Tiongkok.

Orang Amerika tidak suka yang kaku dan formal. Apalagi di tangan Trump. Ia baru saja menabrak protokoler: menjemput sendiri kedatangan Xi Jinping di depan tangga pesawat. Bersama istri pula: Melania –karena presiden Tiongkok itu datang ke Washington DC disertai istrinya yang penyanyi, Peng Liyuan.

Dalam ilmu lama diplomasi cara Trump itu bisa ditafsirkan sangat jelas: Trump ingin mengambil hati terdalam Xi Jinping. Untuk apa? Bukankah selama ini Trump menganggap Xi adalah penyebab utama melemahnya ekonomi Amerika? Bukankah Trump selalu menghukum Tiongkok sangat berat sebagai wujud kejengkelannya? Bisakah itu ditafsirkan sebagai rasa penyesalan Trump akan perang dagangnya dengan Xi selama ini –yang nyatanya hukuman itu lebih banyak berdampak negatif pada ekonomi warga Amerika sendiri?

Itu tafsir normal. Orang yang tidak normal tidak bisa ditafsirkan secara normal. Anda sudah tahu: Trump itu biasa pagi tempe sore kedelai.

Yang menarik justru memperhatikan apa yang disampaikan Xi Jinping kepada Trump. Yakni di acara makan malam di Gedung Putih untuk menyambut kedatangannya yang istimewa. Xi mengingatkan peristiwa lama yang menggambarkan betapa indahnya persahabatan Amerika-Tiongkok. Juga peristiwa yang lebih baru yang intinya betapa hubungan Amerika dan Tiongkok itu selalu istimewa. Sejak dahulu sampai belakangan. Maksudnya: baru di zaman Trump ini saja memburuk.

Mengenai indahnya hubungan puluhan tahun lalu Xi menyebut contoh ini: di perang dunia kedua begitu banyak rakyat Tiongkok yang meninggal demi menyelamatkan nyawa puluhan pilot Amerika.

Waktu itu Amerika mengirim begitu banyak pesawat tempur untuk menyerang Jepang. Banyak pesawat yang ditembak Jepang. Jatuh di wilayah Tiongkok. Celakanya wilayah Tiongkok itu masih di bawah kekuasaan penjajah Jepang. Dengan sembunyi-sembunyi rakyat Tiongkok menyelamatkan nyawa mereka. Pilot-pilot itu disembunyikan di rumah mereka. Dirawat. Diobati.