“Sejak kapan mulai cinta laut?”
“Masa kecil saya di pinggir laut,” jawabnya.
“Kan, Anda tadi bilang lahir di London Barat. Tidak jauh dari markas Chelsea….”
“Memang, tapi masa kecil saya di Uni Emirat Arab,” katanya.
“Jadi, Anda bisa bahasa Arab?” tanya saya dalam bahasa itu.
Ia pun menjawab dalam bahasa Arab.
Kepindahannya ke UAE diajak orang tuanya yang kembali berjuang dari titik nol. Saat meletus perang Yom Kippur (Israel lawan Mesir) tahun 1973 ayahnya bangkrut. Perangnya di gurun Sinai, yang bangkrut di Inggris. Waktu itu terusan Suez ditutup. Pasok energi mampet. Bisnis ayahnya ikut sulit.
Sang ayah digambarkan sangat miskin. Sampai waktu remaja berhenti sekolah: belajar bekerja. Lalu ikut bengkel pembuat huruf untuk identitas toko. Ia pun menjadi ahli. Lalu bikin perusahaan sendiri. Terus berkembang. Sampai menjadi yang terbesar di Inggris di bidangnya.
Setelah bangkrut sang ayah mengajak anaknya ke Amerika. Jadi imigran di sana. Di Amerika sang ayah bertemu dengan teknologi baru: solar cell. Ternyata nun di tahun 1970-an Amerika sudah punya industri solar cell. Aneh. Sekarang dilindas Tiongkok.
Sang ayah jatuh cinta pada solar cell. Itu karena sang ayah sangat membenci minyak bumi: gara-gara tergantung pada minyak bumi begitu terusan Suez ditutup usahanya bangkrut. Sang ayah yakin masa depan energi dunia ada di tenaga matahari.
Ayah Double H pun mendalami seluk beluk solar cell. Lalu berusaha untuk menjadi pemegang lisensi teknologi solar cell Amerika untuk Timur Tengah. Logikanya, di Arab banyak matahari. Logika itulah yang membawa mereka ke Uni Emirat Arab.
“Ayah saya membangun rumah di Ras Al Khaimah,” katanya. Itu kota terkenal yang terletak di pantai indah dekat Dubai. Di situlah masa kecilnya. Ia menjadi akrab dengan laut.
Bahkan ia menjadi akrab dengan anak-anak Arab sesama teman sekolahnya. Salah satu teman sekelasnya kini jadi penguasa di negara itu. Kalau ia ke UEA sudah punya network penting di sana.
“Rumah ayah saya di Al Khaimah menjadi rumah pertama yang menggunakan solar cell,” ujar Double H.