Oleh: Dahlan Iskan

Di depan gerai Cap Tikus saya disalami penumpang yang akan satu pesawat menuju Makassar. Kami memang sama-sama mengejar pesawat terpagi dari Manado. Di Makassar saya transit menuju Surabaya. Ia transit menuju Bali.

Sampai basa-basi selesai saya masih belum ingat siapa namanya meski ingat wajahnya. Mungkin karena konsentrasi saya ke Cap Tikus.

Saya memang ingin masuk ke gerai Cap Tikus –sebagai ganti tidak sempat mengunjungi pusat pabriknya di Manado.

Saya terpana melihat gerai minuman keras lokal sebagus itu. Elegan sekali. Berkelas. Tidak menyangka Cap Tikus bisa punya gerai istimewa di bandara Sam Ratulangi. Padahal dulunya Cap Tikus hanya dianggap minuman keras ”kampungan” –yang penting bisa cepat mencapai tujuan: mabuk.

Gerai besar itu kelihatannya dibangun sebagai tanda Cap Tikus memasuki era baru: IPO di pasar modal. Bukan hanya kualitasnya yang jadi sejajar dengan produk internasional, juga pengelolaan perusahaannya: Cap Tikus masuk bursa tahun 2023.

“Saya De Yong,” ujar orang yang menyalami saya itu.

Berarti sudah lama saya tidak bertemu De Yong. Ia orang Toraja yang tinggal di Bali. Ia seorang pengacara yang juga aktif di dunia usaha.

“Kenalkan, ini teman saya dari Inggris,” ujar De Yong.

Saya pun bersalaman dengan mister itu. Ngobrol. Awalnya sambil berdiri di depan Cap Tikus lalu saya ajak duduk di kursi ruang tunggu.

“Saya ingin podcast dengan mister itu,” kata saya pada De Yong.

Kebetulan sudah waktunya Dismorning harus on air. Panggilan boarding sudah terdengar. Panggilan pertama. Tapi proses boarding kan perlu waktu setengah jam. Sedang durasi Dismorning juga hanya setengah jam. Kalau saja boarding-nya cepat, Dismorningnya bisa didiskon sedikit.

Saya tertarik mengajaknya podcast dengan alasan yang kuat: ternyata ia punya bisnis charging mobil listrik di Inggris. Nama perusahaannya Gigatons. Sudah mempunyai charging station di 300 lokasi di seluruh Inggris.

Nama mister itu: Heston Harper. Ia sendiri mempersingkat namanya menjadi Double H. Yang juga menarik: perusahaannya di Inggris, tempat tinggalnya di Bali. Sudah 15 tahun Double H menetap di Bali. “Lima anak saya semua lahir di Bali,” katanya.