Sebagai Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN), Asuransi Jasindo turut berperan dalam ekosistem perlindungan BMN melalui pengelolaan risiko dan perlindungan sesuai dengan ketentuan serta cakupan pertanggungan yang berlaku.

“Pengelolaan aset negara juga membutuhkan pemahaman risiko yang baik. Setiap aset memiliki karakteristik dan profil risiko yang berbeda, sehingga perlindungannya perlu disusun berdasarkan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Prinsipnya sama, yaitu mengenali risiko lebih awal, melakukan mitigasi, dan menyiapkan perlindungan yang tepat agar keberlangsungan fungsi aset dapat tetap menjadi perhatian ketika terjadi suatu kejadian,” jelas Ocke.

Menurutnya, kemampuan untuk mengenali risiko sebelum menjadi kerugian merupakan bagian penting dari pengelolaan risiko yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan semangat Risk Management Partnership yang terus diperkuat Asuransi Jasindo.

Ocke menjelaskan pengelolaan risiko tidak berhenti pada perlindungan ketika kerugian terjadi, tetapi dimulai dari mengenali risiko, melakukan pencegahan dan mitigasi, membangun kesiapsiagaan, hingga menyiapkan strategi pemulihan. Dalam konteks tersebut, asuransi menjadi salah satu instrumen dalam pengelolaan risiko melalui mekanisme transfer risiko.

Namun, masyarakat dan pelaku usaha perlu memahami bahwa setiap produk dan polis memiliki ruang lingkup perlindungan yang berbeda. Pemegang polis perlu memahami risiko yang dijamin maupun dikecualikan, periode pertanggungan, persyaratan polis serta dokumen yang diperlukan apabila terjadi klaim. Pemahaman tersebut penting agar perlindungan yang dimiliki dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan pertanggungan.

“Bagi Asuransi Jasindo, pengelolaan risiko bukan hanya mengenai apa yang dilakukan ketika kerugian sudah terjadi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama mengenali risiko sejak awal, melakukan mitigasi, menyiapkan perlindungan yang sesuai, dan membangun kemampuan untuk kembali pulih apabila terjadi gangguan,” kata Ocke.