Tiga itu saya biarkan sampai jatuh sendiri. Tiga-tiganya saya habiskan dalam waktu dua hari: jenis bawor– kalau tidak salah. Tahun ini saya ingin pentil yang jadi buah bisa lebih banyak. Saya tahun caranya: harus di-pruning. Justru ketika masih pentil harus dibuang sebagian besarnya. Dari ratusan itu tinggalkan sekitar 30 saja.

Doktrin itu benar. Tapi saya tidak pernah tega merontokkan paksa pentil-pentil itu. Kok kasihan. Juga karena saya tidak tahu pentil mana yang dipastikan akan membesar jadi durian – jangan-jangan yang digugurkan itu yang mestinya berbakat jadi durian.

Agendanya: Siapa di antara perusuh Disway yang tega melakukan pruning dan mau jadi relawan untuk melakukannya: satu orang angkat tangan.

Enam perusuh lainnya angkat tangan untuk mendaftarkan agenda yang benar-benar berat. Satu orang mengajukan satu agenda pembahasan. Terkumpul enam agenda yang dipadatkan menjadi empat: koperasi, kebijakan terhadap pengusaha, single data nasional, dan kegelisahan apa yang saya alami melihat kondisi ekonomi saat ini.

Ketika membahas koperasi, silang pendapat bertautan. Meski tidak ada agenda pembahasan Koperasi Desa Merah Putih, terpaksa banyak disinggung juga.

Perusuh dari Lumajang menginginkan kelompok-kelompok masyarakat membangun koperasi sendiri. Contohnya ia sendiri. Ia sudah menjalankan dan membuktikan: petani bisa lebih baik bergabung dengan koperasi tani. Sebaiknya kelompok lain punya koperasi di bidangnya masing-masing. Jangan seperti KDMP – ada yang keseleo lidah menjadi KDRT.

Persoalan utamanya disepakati: sulit mencari orang yang mau all out menjadi penggerak koperasi seperti perusuh asal Lumajang itu. Padahal yang diperlukan Indonesia bukan satu dua orang. Kita perlu ribuan bahkan ratusan ribu orang seperti itu. Sulit. Tidak realistis untuk gerakan totalitas nasional.

Memang orang seperti itu bisa dipersiapkan. Mulai rekrutmennya yang benar, pendidikan, pelatihan, sampai pemagangan. Tapi siapa yang bisa menyiapkannya. Mestinya pemerintah. Tapi semua sepakat pemerintah bukan pihak yang mampu melakukannya. Bagus tapi sulit. Tidak realistis.