Ternyata dia seorang dokter gigi. Alumnus UGM. Asal Yogya. Ambil spesialisnya pun di UGM. Kini tugasnyi di RSU Pekalongan.

Saya ucapkan terima kasih pada dokter gigi modis itu.

Kami meneruskan perjalanan. Berarti harus charging sekali lagi. Kami pilih akan isi listrik di rest area Sragen. Sekalian ke toilet.

Ternyata di SPKLU Sragen muncul kesulitan lagi. Setiap kali masuk aplikasi selalu terbaca “tunggu antrean”. Diulangi beberapa kali terus saja dijawab “tunggu antrean”. Semua statiun di situ dicoba. Jawabannya sama: tunggu antrean.

Gak masalah: listrik masih 50 persen. Masih bisa sampai Saradan.

Benar. Sampai Saradan masih 27 persen. Masuklah kami ke rest area-nya: sudah ada tiga mobil listrik yang sedang charging. Masih ada dua yang kosong. Keduanya juga fast charging.

Yang kami pilih ternyata punya problem yang sama: setiap kali masuk aplikasi dijawab: “tunggu antrean”. Lalu pindah sebelahnya: berhasil.

Dengan sisa 27 persen sebenarnya saya ingin berspekulasi: toh sudah sampai Saradan. Cukup nggak sampai Surabaya.

Kang Sahidin lebih hati-hati: lebih baik sedia payung sebelum ada debu vulkanik.(Dahlan Iskan)