Pengguna juga sebaiknya tidak mematikan sistem perlindungan hanya karena ada aplikasi atau situs yang memintanya. Langkah tersebut penting untuk menjaga perlindungan perangkat tetap berjalan.

Selain keamanan sistem, gunakan pula kunci layar berupa PIN, pola, atau biometrik yang sulit ditebak. Hindari kombinasi sederhana seperti tanggal lahir atau angka berurutan agar keamanan HP semakin kuat.

4. Hanya Unduh Aplikasi dari Toko Resmi

Jangan mudah tergiur mengunduh aplikasi melalui tautan yang dikirim orang tidak dikenal lewat SMS, WhatsApp, atau media sosial. Pesan yang terlihat seperti undangan, informasi paket, atau tagihan bisa membuat pengguna penasaran dan akhirnya membuka file APK.

Jika membutuhkan aplikasi, gunakan platform resmi seperti Google Play Store atau toko aplikasi bawaan pabrikan ponsel resmi. Pengguna Samsung dapat menggunakan Samsung Galaxy Store, sementara Xiaomi menyediakan Xiaomi GetApps.

Sebaliknya, abaikan pesan bertuliskan “.apk” yang dikirim nomor asing. Jangan mengambil risiko hanya karena penasaran dengan isi file, sebab satu klik yang dilakukan tanpa berpikir panjang bisa membuka celah keamanan pada HP.

Jangan sampai rasa penasaran atau keinginan membuka sebuah file membuat keamanan HP jebol. Sebab, ketika pengguna sudah terjebak, risikonya bukan hanya perangkat yang bermasalah, tetapi juga saldo rekening yang bisa ikut terkuras.