Ketika artikel ini selesai saya tulis, tadi malam, demo berlangsung di kawasan Muktamar. Para pendukung KH Yusuf Chudlori tidak rela kalau kiai mereka dicoret dari pencalonan ketua umum dengan alasan masih belum melewati “masa idah” setelah bercerai dengan Partai Kebangkitan Bangsa. Mereka mengatakan Kiai Yusuf sudah lebih dua tahun tidak lagi di PKB. Sebaliknya pihak yang anti menilai Kiai Yusuf masih “sangat PKB”.

Pemilihan sembilan majelis AHWA sudah selesai. Tadi malam mulailah pertempuran yang sebenarnya untuk menentukan siapa ketua umum NU yang baru. Pemungutan suaranya pasti lebih “dingin” karena satu cabang mengajukan lima nama. Bukan satu nama. Yang memperoleh suara terbanyak pun belum tentu bisa jadi ketua umum.

Majelis AHWA akan menentukan siapa di antara lima besar nama calon akan dipilih sebagai ketua umum. Itu pun rais aam harus memberikan persetujuan.

Hari ini Muktamar ke -35 NU selesai. Rasanya NU akan lebih baik dengan kepemimpinan hasil muktamar Tambakberas. Ini bukan hanya muktamar persatuan tapi juga sekaligus muktamar jalan baru demokrasi ala NU. Demokrasi Akal Sehat. (Dahlan Iskan)