Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, kebutuhan hunian akan terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan kawasan perkotaan dan urbanisasi. Karena itu, pembangunan perumahan perlu ditopang fasilitas dasar yang memadai.

“Kami berkomitmen akan membangun fasilitas dasarnya, yaitu pendidikan dan kesehatan, termasuk air bersih. Tiga hal ini menjadi komitmen kami,” ujar Maulana.

Maulana juga menekankan pentingnya pengembangan perumahan yang sesuai tata ruang dan menghindari kawasan resapan maupun wilayah berpotensi banjir sehingga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.

Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal

CEO LIP House Raymond Tanoto mengatakan, akad 250 KPR tersebut menjadi salah satu milestone bagi LIP House karena keberhasilan pengembangan perumahan tidak semata dilihat dari jumlah unit, tetapi juga masyarakat yang memperoleh rumah.

“Ini menjadi milestone bagi kami. Sebanyak 250 unit ini bukan hanya mau kami hitung sebagai unit, tetapi kami ingin menghitung bahwa hari ini kami membantu 250 orang menerima rumah baru,” ujar Raymond.

Menurut Raymond, LIP House memilih Jambi karena melihat potensi wilayah tersebut ke depan. Pengembangan hunian pun diarahkan untuk memberikan pengalaman tinggal yang didukung lokasi strategis dan fasilitas kawasan.

“Rumah bukan hanya tempat buat kita tinggal, tapi tempat kita benar-benar memulai hidup. Kami menyediakan lokasi yang dekat dengan fasilitas, ada fasilitas di dalam klaster, dan juga hospitality-nya,” kata Raymond.

Inovasi tersebut turut mengantarkan LIP House memperoleh penghargaan Outstanding Gen-Z Affordable Housing Innovation yang diserahkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

BTN Group Salurkan Lebih dari 100.000 KPR FLPP

Sejak 1976, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 6 juta rumah di Indonesia. BTN Group saat ini menguasai sekitar 38% pangsa pasar KPR nasional dan lebih dari 70% pangsa pasar KPR subsidi.

Sepanjang 2026, BTN Group telah menyalurkan lebih dari 100.000 unit KPR FLPP. Sementara di Jambi hingga Juni 2026, BTN telah membukukan 1.517 unit KPR dengan nilai plafon sekitar Rp240,99 miliar.