Senada dengan hal tersebut, President Director PT Titan Infra Sejahtera (TIS), Suryo Suwignjo, mengapresiasi kerja sama ini dan menyampaikan bahwa selama ini kelistrikan di pelabuhan mereka bergantung pada genset, yang biaya pengoperasiannya cukup membebani perusahaan di tengah harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada tim PLN ES. Selama ini listrik di pelabuhan kami berasal dari genset, dan sudah pasti biaya pengoperasiannya, terlebih di tengah harga BBM yang membumbung tinggi, itu membebani kami. Kami belum menghitung soal dampak lingkungan, tapi dari sisi keuangan saja, penghematan yang dijanjikan ini nyata apabila kita menggunakan seluruh daya dari PLN. Diperkirakan ada sekitar 78 persen penghematan, angka yang luar biasa karena efisiensi ini akan berdampak besar terhadap kinerja perusahaan kami,” ujar Suryo.

Suryo menambahkan, penggunaan listrik PLN ini juga menjadi bagian dari strategi grup untuk menjadi perusahaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Menurutnya, batu bara kerap diasosiasikan dengan energi yang kurang bersih, sehingga sekalipun PT SDJ bergerak di sektor pengangkutan batu bara, pihaknya ingin turut berkontribusi terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi karbon.

“Selain efisiensi biaya, batu bara ini kan sering diasosiasikan dengan energi yang kurang bersih. Sehingga sekalipun kami mengangkut batu bara, kami ingin sedikit berkontribusi terhadap lingkungan melalui pengurangan karbon, dan sekarang ini salah satu caranya adalah melalui proyek ini. Kita bisa berdebat mengenai seberapa banyak pengurangannya, tapi secara umum emisi karbon kami memang akan berkurang,” jelas Suryo.

Senior Manager Distribusi PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Faisal Risa, menilai proyek ini juga membuka peluang yang lebih luas bagi PLN untuk merangkul pelaku usaha pertambangan batu bara lainnya di Sumatera Selatan.

“Kolaborasi ini menjadi semacam showcase buat kami. Kalau proyek ini sudah berjalan, tentu akan lebih mudah lagi bagi kami untuk masuk ke tempat-tempat lain yang serupa di Sumatera Selatan, karena sudah ada bukti nyatanya di sini. Portofolio kami sudah ada,” ujar Faisal.