Basri alumnus Universitas Negeri Makassar. Zulfikar alumnus UIN Makassar. Keduanya aktivis sejak mahasiswa.

Waktu Syahrul Yasin Limpo mencalonkan diri sebagai gubernur Sulsel, Basri Kajang sebagai konsultan politiknya. Waktu itu Basri masih tergabung dengan Lingkaran Survei Indonesia-nya Denny JA.

Setelah Limpo berhasil jadi gubernur, Basri memisahkan diri dari LSI. Ia berdiri sendiri sebagai konsultan politik independen. Basri banyak dipakai calon bupati dan wali kota. Sudah puluhan yang berhasil di pilkada.

Suatu saat Basri dihubungi Fadil Imran, seorang jenderal polisi. Adik sang jenderal, Sitti Husniah akan maju sebagai calon anggota DPRD Gowa. Basri diminta jadi konsultan politiknyi. Berhasil. Pun ketika Husniah akan mencalonkan diri sebagai bupati Gowa. Berhasil lagi.

Kini persoalan di Gowa sangat riuh. Perang YouTube luar biasa hebatnya. Sudah merembet ke persoalan pidana. Saling mengadukan.

Perdebatan juga sangat luas: ini urusan pribadi atau urusan publik. Ahli-ahli hukum di Universitas Hasanuddin Makassar punya pendapat masing-masing.

Basri sendiri akan tetap tinggal di Makassar sampai proses hukum yang ia adukan tuntas. “Anne mi Toto bura’neku. Saya akan jalani prosesnya,” katanya.

Drama Gowa ini menjadi serial yang panjang. Itu bisa menjadi penambah kesibukan Anda di tengah drama kupas bawang. Kita perlu lebih banyak lagi drama agar lupa persoalan bangsa yang sebenarnya. (Dahlan Iskan)