Kadang antar bank sentral tidak ada perjanjian kerja sama. Maka bank sentral satu negara perlu memakai jasa bank besar kelas dunia –yang punya hubungan transaksi dengan lebih banyak bank di mana pun. Bank penghubung itu akan membantu terjadinya transaksi. Yang penting dapat uang jasa.

Semua transaksi antar bank tersebut bisa berjalan karena semua bank itu menggunakan ”aplikasi” yang sama: SWIFT. Tanpa SWIFT transaksi tidak terhubung. Rusia dan Iran adalah dua negara yang oleh Barat dilarang menggunakan SWIFT. Maka dua negara itu tidak bisa melakukan transaksi dengan negara lain.

SWIFT telah dipakai alat politik.

Bisa saja suatu saat Tiongkok juga akan terkena pelarangan menggunakan SWIFT.

Maka Tiongkok menciptakan cara baru. Bukan dipersaingkan dengan SWFT tapi beda binatangnya.

Tiongkok kelihatannya bisa menyerap aspirasi negara-negara dunia ketiga. Transaksi lewat SWIFT memerlukan jalur dari bank ke bank sentral, lalu dari bank sentral ke bank sentral negara lain, masih perlu lewat jasa bank besar kelas dunia, lalu dari bank sentral negara lain ke bank pelaksana di sana.

Total, satu transaksi perlu sekitar 3-4-5 hari. Biaya pun muncul di setiap perpindahan rekening bank itu.

Itulah yang dilihat Tiongkok sebagai kelemahan SWIFT.

Di zaman nan lalu, saat SWFT mulai diterapkan, transaksi internasional 3-5 hari sudah dianggap sangat cepat. Juga paling praktis. Anda sudah tahu: SWIFT mulai diberlakukan tahun 1977, ketika Anda baru belajar batingkaung.

Sebelum ada SWIFT transaksi internasional antar bank dilakukan lewat telex. Atau pengiriman dokumen fisik. Alangkah kunonya.

Tapi di zaman serba digital sekarang ini tiga hari adalah lama. Bahkan tiga jam saja sudah dianggap terlalu lama. SWIFT oleh Tiongkok sudah dianggap kuno.

Tiongkok punya gagasan: kalau setiap negara punya ”e-wallet” untuk apa harus melakukan cara transaksi muter-muter lewat banyak bank. Tinggal e-wallet ke e-wallet. Lewat ”aplikasi” yang disebut ”mBridge”. Dengan cara itu transaksi internasional bisa dilakukan real time. Bukan tiga hari atau tiga jam tapi cukup tiga detik. Biayanya pun diklaim bisa turun tinggal 30 persennya. Alangkah murahnya. Tiongkok tidak hanya berpikir jualan kancing baju yang murah tapi juga transaksi internasional yang murah.