Di Singapura, anak buah masing-masing bos yang bicara lebih dulu. Detail. Semua hambatan dibicarakan. Setelah semua clear barulah bos bertemu bos.
Sepanjang perjalanan di luar negeri pembicaraan kami selalu berisi. Semua hal, semua topik kami bisa membicarakannya dengan asyik. Hanya satu yang tidak bisa nyambung: kalau ia mengajak bicara soal golf. Saya gagal memahami golf. Ia juga gagal mendakwahi saya soal golf. Saya tidak pernah bisa jadi mualaf golf.
Ke mana-mana ia membawa majalah golf terbaru. Atau membawa buku. Saya sering pinjam bukunya tapi tidak pernah mencoba melihat majalah golfnya.
Suatu malam saya masuk kamarnya: pinjam majalah golf. Robert tampak senang melihat saya mulai ingin tahu soal golf. “Alhamdulillah,” ujar Robert yang bisa mengucapkan beberapa istilah dalam Islam.
“Bukan. Saya bukan mulai tertarik golf. Saya lagi sulit tidur. Saya harus cari bacaan yang membuat saya cepat tidur,” jawab saya.
Beberapa tahun lalu, ketika saya ke Edinburgh sendirian, saya perlukan naik mobil dua jam ke luar kota. Saya sengaja tidak kabari Robert. Saya ke sana hanya ingin tahu lapangan golf tempat Robert pernah sekolah manajemen di dalamnya. Tiba di sana saya berfoto. Di lapangannya. Di museumnya. Di restorannya. Lalu foto-foto itu saya kirim kepadanya.
“Hahaha…St Andrews!!!” komentarnya.
—
Lima hari lalu saya minta dengan sangat agar Robert ke Surabaya. Bersama Dorothi. Saya belum berani menghubungi Melinda dan Alexander Tedja sebelum ada kepastian Robert bisa datang.
Melinda dan Alex, pemilik Pakuwon Group itu, lebih dua minggu meninggalkan bisnis mal-nya untuk tinggal di Tianjin menemani saya. Termasuk menjadi ”tuan rumah” ketika lebih 50 pengusaha besar Surabaya ke Tianjin menengok saya. Dari Jakarta, Jenderal Hendropriyono juga datang. Presiden SBY menengok lewat zoom.
Kemarin –dua puluh tahun yang lalu– di H -1 Melinda dan Alex ikut tidak tidur. Mereka menunggu kepastian datangnya hati milik anak muda yang meninggal dunia yang akan dipasangkan di tubuh saya. Itulah hati yang akan menggantikan hati saya yang sudah hitam terkena kanker dan sirosis.