finnews.id – Lewis Hamilton akhirnya meraih kemenangan perdananya bersama Ferrari di Formula 1 usai menjuarai Grand Prix Barcelona 2026. Kemenangan ini terasa istimewa karena mengingatkan banyak orang pada kisah legendaris Michael Schumacher yang juga meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari di sirkuit yang sama tiga dekade silam.

Barcelona kembali menjadi saksi lahirnya sebuah cerita besar Ferrari. Jika pada 1996 Michael Schumacher memulai perjalanan menuju era dominasi Scuderia di lintasan Catalunya, maka pada 2026 Hamilton membuka lembaran baru bersama tim asal Maranello tersebut.

Barcelona Kembali Menjadi Panggung Sejarah Ferrari

Pada Juni 1996, Michael Schumacher mencatatkan kemenangan pertamanya bersama Ferrari di Grand Prix Spanyol yang berlangsung dalam kondisi hujan. Kemenangan itu kemudian dikenang sebagai awal dari kebangkitan Ferrari sebelum mendominasi Formula 1 dengan lima gelar juara dunia pembalap secara beruntun.

Tiga puluh tahun kemudian, Lewis Hamilton menorehkan kisah serupa. Pembalap asal Inggris itu berhasil mengamankan kemenangan perdananya bersama Ferrari di Barcelona, sekaligus mengakhiri penantian panjang setelah bergabung dengan tim tersebut.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan statistik bagi Hamilton. Ini adalah kemenangan ke-106 dalam karier Formula 1 miliknya sekaligus salah satu yang paling emosional sepanjang karier sang juara dunia tujuh kali.

Hamilton Bangkit Setelah Musim Sulit

Perjalanan Hamilton menuju kemenangan ini tidaklah mudah. Musim debutnya bersama Ferrari sebelumnya dipenuhi kesulitan dan hasil yang jauh dari ekspektasi.

Bahkan, Hamilton sempat mengakui bahwa dirinya pernah meragukan kemampuan sendiri setelah menjalani periode sulit.

“Sempat ada momen ketika saya berpikir, mungkin benar bahwa pada usia tertentu seseorang kehilangan kemampuannya. Tetapi saya telah membuktikan bahwa itu tidak benar,” ujar Hamilton.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran betapa berat tekanan yang dihadapi pembalap berusia 41 tahun itu. Banyak kritik bermunculan, mulai dari anggapan bahwa usianya sudah terlalu tua hingga penilaian bahwa masa terbaiknya telah berakhir.

Namun, Hamilton menjawab semua keraguan tersebut dengan cara terbaik: kemenangan.