Kendati prosesor baru ini dan Exynos W1000 sama-sama diproduksi dengan fabrikasi 3nm yang sangat rapat, arsitektur internal Snapdragon diklaim jauh lebih cerdas dalam membagi beban kerja.
Kehadiran unit pemrosesan saraf pintar berdaya rendah (NPU low-power) khusus di dalamnya bertindak sebagai otak sekunder.
Komponen ini mampu memangkas konsumsi daya secara drastis saat jam berada dalam mode siaga, sehingga memberikan kontribusi besar dalam memperpanjang napas perangkat saat digunakan sehari-hari.
Pembaruan Merata untuk Lini Galaxy Watch 9 Series
Menariknya, kebocoran informasi ini tidak hanya berfokus pada varian tertinggi. Lini standar seperti Galaxy Watch 9 Series juga mendapatkan jatah pembaruan yang tidak kalah menarik untuk disimak.
Varian berukuran 40mm dirumorkan akan dibekali baterai berkapasitas 382mAh (yang kemungkinan dipromosikan sebagai 400mAh), mengindikasikan peningkatan performa baterai jam tangan pintar Samsung versi standar sekitar 23 persen dibanding generasi kedelapan.
Sementara itu, untuk varian berukuran lebih besar yaitu 44mm, Samsung menyiapkan kapasitas daya di angka 435mAh.
Kedua model standar ini diproyeksikan tetap mempertahankan teknologi pengisian daya nirkabel (wireless charging) berkecepatan 10W yang sudah familier di kalangan pengguna.
Menanti Peluncuran Resmi di Tahun Ini
Meskipun seluruh spesifikasi memikat ini masih berstatus sebagai rumor dan disimpan rapat oleh pihak pabrikan, para analis memprediksi bahwa peluncuran resminya baru akan terlaksana pada paruh kedua tahun ini.
Namun, arah pengembangan teknologi yang diambil sudah terlihat sangat jelas. Fokus utama pengembangan kali ini adalah memberikan ruang bernapas yang lebih lega bagi pengguna yang sering mengaktifkan pelacakan GPS secara intensif, fitur Always-on Display (AoD), serta pemantauan kesehatan yang berjalan nonstop.
Pada akhirnya, performa nyata di lapangan tentu akan sangat bergantung pada optimasi sistem operasi serta pola pemakaian harian masing-masing individu.
Kendati demikian, di atas kertas, perubahan besar yang dihadapi Galaxy Watch Ultra 2 ini menjadi sinyal kuat bahwa era jam tangan pintar premium yang minim drama kehabisan baterai sudah semakin dekat di depan mata.