Luthfi baru satu kali ini mengalami “salah mongso”. Gubernur Jatim dan Sumbar sudah dua kali “salah mongso”. Di periode pertama ada Covid-19 yang begitu berat. Di periode kedua ada efisiensi besar-besaran.
Gubernur Sumbar sedang mencoba cari uang lain dalam bentuk obligasi syariah –Sukuk. Diizinkan. Gubernur Jatim sampai memotong tunjangan para pejabat tingginya. Khofifah bertekad agar kualitas pendidikan di Jatim jangan sampai merosot. Dia bangga sudah tlima tahun berturut Jatim juara ini: terbanyak lulusan SMA/SMK-nya yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri.
Dana dari pusat yang batal turun ke Jatim mencapai hampir Rp 20 triliun. Dana bagi hasil pun merosot. Termasuk bagi hasil cukai tembakau. Khofifah membela petani tembakau sampai hitungan paling njelimet. Petani tembakau itu tidak dapat fasilitas apa pun dari pemerintah. Tanah yang ditanami tembakau pun banyak yang tanah sewa. Mereka menanam sendiri. Memupuk sendiri tanpa pupuk subsidi. Pelihara sendiri. Panen sendiri.
Bagian daerah dari cukai tembakau memang dikurangi drastis. Nilainya maupun persentasenya “Tinggal kebagian satu persen,” kata Khofifah.
Bupati Berau merasa keluhannyi sudah terwakili oleh para gubernur itu. Dia bersyukur objek wisata diving di Maratua kian happening. Tiap hari ada pesawat langsung dari Jakarta ke Berau. “Maratua salah satu dari dua terbaik di dunia,” katanyi.
Dia juga bangga cokelat Berau sudah diekspor ke Jepang, Prancis, dan Swiss. Wisata dan cokelatnya menghasilkan dolar yang lagi naik daun. Dia juga serius mengurus carbon trading.
Berau dan Singkawang adalah daerah pelosok yang kepala daerahnya paling ngotot membangun bandara sendiri. Pusat membantu. Hasilnya nyata: tiap hari ada dua penerbangan langsung Jakarta-Singkawang.
Wali kota bersuku Tionghoa itu kini lagi menyelesaikan pembangunan masjid raya senilai Rp50 miliar. Banyak pengusaha Tionghoa dari Jakarta yang membantu. Mulai dari Aguan sampai Antony Salim. Yang terbesar adalah sumbangan tokoh lokal Kalbar yang sukses di Jakarta: Oesman Sapta: sampai Rp5 miliar. Usman punya hotel baru nan besar di Singkawang.