Untuk urusan fotografi, Vivo X Fold 6 diprediksi mengusung sistem tiga kamera belakang dengan konfigurasi yang mumpuni. Kamera utama akan dibekali sensor beresolusi 200 megapiksel, didampingi lensa ultra lebar 50 megapiksel, serta kamera telefoto periskop 50 megapiksel. Perpaduan lensa ini tentu menjanjikan kualitas gambar tajam, baik untuk foto jarak jauh maupun pemandangan luas.

Fokus Utama pada Kecerdasan Artifisial (AI)

Vivo secara tegas memosisikan X Fold 6 sebagai ponsel lipat yang mengedepankan integrasi teknologi kecerdasan artifisial (AI). Perusahaan mendesain ponsel ini agar menjadi pusat produktivitas bagi para profesional. Pengguna nantinya dapat menjalankan banyak tugas (multitasking) dengan alur kerja yang sudah dipersonalisasi oleh sistem berbasis AI.

Sebagai pendukung, Vivo akan menyematkan sistem operasi OriginOS 6 Fold. Sistem operasi ini membawa pembaruan pada fitur Atomic Workbench. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk membuka dan menjalankan beberapa aplikasi secara terintegrasi dalam satu layar. Anda tidak perlu lagi repot berpindah-pindah aplikasi secara manual, karena sistem akan mengelola alur kerja secara lebih efisien.

Selain itu, Vivo juga menjanjikan peningkatan kemampuan asisten AI yang kini dapat berjalan langsung di perangkat (on-device AI). Fitur ini menawarkan privasi yang lebih baik karena data pengguna tidak perlu dikirim ke cloud untuk diproses. Optimalisasi multitasking yang lebih baik juga menjadi janji Vivo dalam seri kali ini, memastikan bahwa transisi antar-aplikasi terasa sangat mulus dan responsif.

Hingga saat ini, para pecinta gadget di seluruh dunia masih menunggu konfirmasi spesifikasi lengkap dan harga resmi dari Vivo. Dengan kombinasi desain menawan, spesifikasi perangkat keras kelas wahid, dan kemampuan AI yang cerdas, Vivo X Fold 6 memiliki potensi besar untuk menjadi standar baru bagi pasar ponsel lipat di tahun 2026.