Sempat Terkena Penalti di Kanada
Meski tampil impresif di Grand Prix Kanada, Hamilton sempat menjadi salah satu pembalap yang terkena penalti terkait pelanggaran batas kecepatan di jalur pit.
Namun, Hamilton tidak sepakat dengan keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melaju melebihi batas kecepatan yang ditentukan.
Menurutnya, masalah tersebut kemungkinan berkaitan dengan perhitungan jarak di area masuk pit lane, bukan karena pembalap benar-benar memacu mobil terlalu cepat.
“Saya tidak ngebut. Saya sudah melewati pit lane ini selama bertahun-tahun. Pembatas kecepatan langsung aktif ketika masuk,” jelas Hamilton.
Ia menambahkan bahwa banyak pembalap lain juga mengalami masalah serupa pada akhir pekan tersebut sehingga regulasi terkait perlu ditinjau kembali.
Peluang Gelar Mulai Terbuka
Konsistensi menjadi faktor penting dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1. Dengan dua podium beruntun yang berhasil diraih, Hamilton kini kembali masuk dalam percakapan sebagai salah satu kandidat penantang gelar musim ini.
Meski masih ada banyak balapan tersisa, tren positif Ferrari dan performa Hamilton yang terus meningkat membuat peluang tersebut semakin terbuka.
Bagi Hamilton, hasil dalam beberapa pekan terakhir bukan hanya soal angka di klasemen. Dua podium beruntun menjadi bukti bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi dan belum kehilangan kemampuan yang membuatnya menjadi salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah Formula 1.
Penutup
Lewis Hamilton mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah melewati beberapa musim yang penuh tantangan. Dua podium beruntun di Monako dan Kanada menjadi bukti bahwa pembalap Ferrari tersebut masih memiliki kecepatan, konsistensi, dan mentalitas juara yang kuat.
Dengan kepercayaan yang terus tumbuh di dalam tim Ferrari serta posisi yang semakin baik di klasemen, Hamilton kini kembali menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar Formula 1 musim 2026.
Referensi:
- Crash.net — “Lewis Hamilton ‘reminding people who I am’ with back-to-back F1 podiums” oleh Sam Hall.