3. Boikot Unduhan dari Situs Web Tidak Terpercaya
Keinginan untuk mendapatkan aplikasi atau konten secara gratisan sering kali menjadi bumerang bagi pengguna internet. Anda sebaiknya menghentikan kebiasaan mengunduh file, foto, video, atau program bajakan dari situs web yang tidak terpercaya.
Situs-situs pembajak film atau lagu biasanya mengemas iklan-iklan jebakan secara masif. Ketika Anda mengeklik iklan tersebut, sistem akan mengunduh malware atau spyware jahat secara otomatis ke dalam perangkat Anda. Program penyusup inilah yang nantinya akan merekam seluruh aktivitas Anda dan mencuri data penting dari dalam ponsel atau komputer.
4. Batasi Fitur Simpan Kata Sandi (Save Password) di Browser
Menyimpan kata sandi secara otomatis pada peramban (browser) seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Safari memang menawarkan kepraktisan. Namun, fitur ini menyimpan potensi bahaya yang sangat besar jika Anda tidak menggunakannya secara bijak.
Jika orang lain berhasil mengakses atau mencuri perangkat Anda, mereka dapat dengan mudah melihat seluruh daftar kata sandi yang tersimpan di dalam browser tersebut. Apabila Anda terpaksa menggunakan fitur ini, pastikan Anda mengaktifkan sistem pengunci utama (master password) atau fitur keamanan biometrik seperti pemindai sidik jari (fingerprint) pada perangkat Anda.
5. Selektif saat Menginstal Aplikasi dan Plug-in
Sebelum Anda memasang aplikasi baru atau ekstensi (plug-in) pada browser, lakukan riset kecil mengenai reputasi pengembang (developer) tersebut. Periksalah ulasan dari pengguna lain dan lihat berapa banyak jumlah unduhan yang sudah berjalan.
Guna meminimalisasi risiko penipuan, Anda wajib mengunduh program hanya melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store. Hindari menginstal aplikasi pihak ketiga dalam bentuk file APK dari sumber tidak resmi, karena aplikasi modifikasi tersebut sangat rentan disusupi kode-kode jahat pembobol data.
6. Perbarui Perangkat Lunak Secara Rutin
Banyak pengguna internet yang sering kali menunda atau mengabaikan notifikasi pembaruan (update) sistem operasi pada gawai mereka. Padahal, melakukan pembaruan perangkat lunak secara berkala merupakan salah satu cara paling ampuh untuk menangkal serangan siber.